by

Antara Pemberitaan Media dan Fakta

Oleh : Zainal Abidin Sidik

Mohon dibaca semua linknya sampai tuntas ya. Hari libur ini kita sama-sama mengamati berbagai tulisan yang sudah jadi mode di berbagai media di Indonesia.Hebaaat indonesia,

1. Warga asing dari 169 negara bebas visa masuk ke Indonesia. Bebas, bas bas…http://news.detik.com/…/pemerintah-terapkan-bebas-visa…

2. Warga asing boleh miliki properti di Indonesia.http://www.tribunnews.com/…/orang-asing-boleh-beli…

3. Pihak asing boleh kuasai 100% industi gula dan karet di Indonesia.http://www.merdeka.com/…/pemerintah-persilakan-asing…

4. Asing boleh kuasai 100% saham restoran & perusahaan jalan.http://www.merdeka.com/…/asing-boleh-kuasai-saham…

5. Asing boleh kuasai 85% saham modal venturahttp://keuangan.kontan.co.id/…/asing-boleh-kuasai-85…

6. Asing bisa kuasai 100% saham di pembangkit listrik.http://industri.kontan.co.id/…/asing-bisa-kuasai-100…

7. Asing boleh kuasai 100% usaha bioskop di Indonesia.http://economy.okezone.com/…/asing-boleh-kuasai-bioskop…

8. Itu semua satu paket! Total ada 35 jenis usaha yg boleh dikuasai asing.

9. ASING BISA KUASAI 35 BIDANG USAHA DI INDONESIAhttp://www.republika.co.id/…/o2fa485-asing-bisa-kuasai…

10. Asing Boleh Kuasai 7 Usaha Pariwisatahttp://www.jawapos.com/…/asing-boleh-kuasai-7-usaha…

11. Asing Bisa Kuasai Mayoritas Pengelolaan Tol, Bandara dan Pelabuhan.http://katadata.co.id/…/asing-bisa-kuasai-mayoritas…

Teman-teman. Kita semua tentu harus merasa khawatir kalau penguasaan asing terhadap sektor apapun di negeri ini, menjadi semakin besar. Seharusnya semua sektor itu, bahkan hingga bagian yang paling kecilnya, dikuasai sendiri oleh bumiputera.

Kekhawatiran saya bukan itu saja. Secara diametral, saya juga sama khawatirnya dengan cara media-media kita, menuliskan berita-berita itu. Judul terlalu bombastis, dan keseluruhan isinya belum tentu mencerminkan judulnya. Dengan parahnya literasi pada bangsa ini, – yang mudah tersulut hanya karena membaca judul, plus budaya nyinyir yang semakin parah, rasa-rasanya, kita jadi sulit berharap bangsa ini bisa bergerak maju.

Coba perhatikan contoh ini. ‘Orang asing boleh beli properti’. Pembaca yang hanya suka baca judul (ini tipologi kita), akan mengira bahwa orang asing, siapapun dia, boleh beli sawah dengan luas 1000 hektar di Jakarta atau Papua. Ternyata setelah beritanya dibaca, orang-orang non WNI itu hanya boleh membeli apartemen yang harga minimalnya 5 milyar rupiah. Yaaaah, itu mah sama saja seperti orang Indonesia yang beli apartemen di Singapore atau bahkan properti di Australia.

Bagaimana dengan berita ini. ‘Asing Bisa Kuasai Mayoritas Pengelolaan Tol Bandara Pelabuhan’. Karena hanya membaca judul berita nomor 1 sampai 10, saya duga pembaca akan dengan panas hati dan kepala menggebrak meja sambil menghardik pemerintah. ‘Gileeeeeeee. Perorangan dan atau badan usaha asing bisa bangun dan punya tol, bandara sama pelabuhan, pembangkit listrik, restoran atau bioskop. Nyaris menguasai semua aspek kehidupan!’ Dirangkum secara keseluruhan, ini semua seperti ada tamu dateng ke rumah, lalu kita izinkan mereka makan semua yang terhidang di meja makan, kecuali sambel. Dan ketika semua makanan yang diizinkan disantap sudah habis, terakhir kita bilang: ‘ya udah deh, sambelnye elu abisin aje sekalian.’Mengenaskan sangat.

Selain itu, sebagian besar keputusan yang ditulis di atas itu, statusnya “masih dipertimbangkan”. Padahal kalau baca dari judulnya, sudah diputuskan. Sebagian lagi, memang sudah ada yang diputuskan, tapi kalau dibaca keseluruhan, isinya “hanya” bisnis pengelolaan, bukan penguasaan apalagi pemilikan.Agaknya, puasa baca media lokal bisa jadi solusi. Ngopi nyok …

Sumber : Status Facebook Zainal Abidin M Sidik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed