by

Antara Dakwah dan Keluarga

Oleh : Muhammad Iqbal Jalil

Di akhir Jalsah Asatizah yang diasuh oleh Alhabib Ali Al Jifri الحبيب علي الجفري tadi sore, Habib Ahmad Mujtaba mewakili Indonesia bertanya bagaimana sikap seorang dai dalam menyikapi tanggung jawab dakwah dan keluarga. Karena ada sebagian pihak yang karena alasan dakwah, atau alasan tugas keumatan merasa benar akan sikapnya yang abai terhadap keluarga. Demikian juga di sisi yang lain ada yang disibukkan dengan urusan keluarga sehingga tidak sempat melaksanakan tugas dakwah atau urusan keumatan.

Habib Ali memberi tanggapan bagaimana seharusnya sikap yang wasathiyyah dalam mengelola dakwah dan keluarga. Beliau menjelaskan tidak layak mengatasnamakan dakwah atau menjadikan dakwah sebagai mubarrir (justifikasi) untuk mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga. Kalau ingin menjadikan dakwah atau adanya kebutuhan umat akan kehadirannya di luar rumah sebagai alasan, bukankah Rasulullah SAW adalah sosok yang tugas utamanya adalah dakwah dan tidak ada yang lebih ditubuhkan kehadirannya di luar rumah dibandingkan Beliau SAW.

Tetapi bersamaan dengan itu, beliau masih sempat bermesraan dan bercanda dengan isterinya lewat “lomba” lari, masih sempat menjahit sandal sendiri, dan membantu melaksanakan tugas-tugas rumah lainnya. Maka dai yang sebenarnya tidak pernah mengabaikan keluarga karena alasan dakwahnya

.Lalu apakah keluarga, isteri dan anak harus diberikan waktu yang panjang bagi mereka atau porsi yang sama darisegi durasinya dengan tugas dakwah? Tidak mesti. Hal yang paling prinsipil dibutuhkan oleh keluarga adalah al-ihtimam (menaruh perhatian dan memandang penting) bagi mereka, walau hanya dalam waktu 10 menit misalnya. Demikian kurang lebih jawaban Habib Ali yang saya pahami dari paparan beliau. Semoga Allah maafkan kami dan kita semua, yang terkadang karena alasan dakwah, tugas kantor, tugas organisasi atau tugas keumatan lainnya membuat kita kurang perhatian kepada isteri, anak, dan keluarga.

Perhatian itu tidak mesti harus dengan selalu bersama, bahkan terkadang saat bersama pun ada juga yang cuek dan tidak perhatian sama sekali kepada orang di dekatnya. Hanya kepada Allah kita berharap agar menjadi pribadi yang baik, yang wasathiyyah dalam mengelola setiap tugas dan tanggung jawab yang terpundakkan pada kita….

Sumber : Status Facebook Muhammad Iqbal Jalil

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed