Anies Baswedan yang Mulai Jadi Kecebong

Tapi karena masalah iman dan isu SARA yang juga digunakan oleh kubu Anies, omongan Ahok yang masuk akal tidak diterima, warga lebih percaya omongan Anies.

Tapi saat banjir mulai mendera Jakarta, padahal ini baru bulan Desember, puncak banjir biasanya akhir Januari, lanjut ke Februari, Anies mulai membenarkan omongan Ahok dan melupakan janji manisnya sendiri saat kampanye.

Saat banjir di Jati Padang, keluhan-keluhan Anies mulai mengulangi keluhan Ahok dulu

Anies: Lebar Sungai di Jatipadang Tinggal 2 Meter, Harusnya 20 Meter

http://megapolitan.kompas.com/…/anies-lebar-sungai-di-jatip…

Di Jati Padang, Anies Sebut Ada Sungai yang “Hilang”

http://m.tribunnews.com/…/di-jati-padang-anies-sebut-ada-su…

Bandingkan dengan komentar Ahok soal Kali Krukut

Ahok mengatakan, akan segera menormalisasi Kali Krukut. Mengingat kondisinya yang sudah menyempit dari lebar semula 20-25 meter hanya tersisa 4-5 meter saja. Bahkan beberapa titik ada yang selebar 1,5 meter saja.

“Pokoknya kalau kamu melanggar dan nggak ada izin, kami bongkar saja. Tapi kalau kamu ada sertifkat itu yang agak susah,” ucapnya

http://poskotanews.com/…/ahok-tidak-takut-bongkar-bangunan…/

Dengan gayanya, Ahok pun berkomentar nyelekit “Berani Taruhan, Ahok Klaim Normalisasi Sungai Langkah Terbaik.”

http://m.liputan6.com/…/berani-taruhan-ahok-klaim-normalisa…

Dan ini ucapan Ahok, yang menunjukkan dia yang benar, yang menyerangnya soal normalisasi sungai yang bohong!

Ahok: Jika Anies Jadi Gubernur dan Tidak Normalisasi Kali, Bohong Dia

http://megapolitan.kompas.com/…/ahok.jika.anies.jadi.gubern…

Dan Anies pun mau melakukan pelebaran sungai! dengan istilah lain yang makin lucu “naturalisasi sungai”

“Memang tidak ada pilihan lain, di tempat ini harus ada pelebaran,” ujar Anies seusai meninjau tanggul jebol di Jatipadang, Rabu (20/12/2017) malam.

Anies menyampaikan, lebar sungai saat ini hanya sekitar 2 meter. Kondisi kali terus menyempit karena banyak warga mendirikan bangunan di sana.

“Sungainya makin kecil, makin kecil, karena warga menempati, membangun di.. betul-betul mengurangi lebar sungai,” katanya.

http://megapolitan.kompas.com/…/anies-tidak-ada-pilihan-lai…

“Yang terpenting itu naturalisasi aliran sungai untuk menjaga ekosistem sungai, kita geser pemukimannya, kan bentuk (rumahnya) beda-beda,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (13/12).

https://m.cnnindonesia.com/…/anies-akan-naturalisasi-sungai…

Hehehe.. mungkin terpengaruh pidato setelah pelantikannya soal pribumi, maka Anies harus melakukan “naturalisasi sungai” karena kini sungai tidak lagi dikuasai “pribumi-pribumi” sungai seperti kecebong, katak, biawak, ikan, ular, dan lain-lain.. tapi rumah-rumah yang mereklamasi sungai.

Istilah “geser” yang Anies pakai pun adalah istilah Jokowi. Pada waktu Joko Widodo menjadi calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Ketika itu, Jokowi juga mengatakan warga sebenarnya bersedia jika hanya digeser sedikit dari permukiman mereka.

“Ketika berbicara dengan komunitas yang ada di sana, ada 870 KK yang telah berbicara dengan saya, mereka sebenarnya mau digeser, bukan digusur, (tapi) digeser,” ujar Jokowi saat itu.

Jokowi saat itu menawarkan program kampung deret untuk warga bantaran kali. Ahok pernah menjelaskan bahwa sudah ada kampung deret yang dibangun pada masa pemerintahan dia dan Jokowi. Namun, kini Pemprov DKI tidak bisa lagi membangun kampung deret.

Ahok menjelaskan alasan tidak bisa lagi melanjutkan program kampung deret. Menurut Ahok, tidak ada lagi tanah negara yang bisa digunakan untuk mendirikan kampung deret.

“Kenapa kami berhenti? Karena enggak ketemu tanah lagi. Kalau kamu dudukin tanah negara yang lahan hijau, enggak bisa dong bikin Kampung Deret,” ujar Ahok.

http://megapolitan.kompas.com/…/menggeser.bukan.menggusur.j…

Namun untuk yang menduduki bantaran sungai jelas sekali tidak bisa dengan kata “Geser”, mau digeser kemana karena sekeliling sungai sudah sangat penuh. Makanya Ahok menggunakan kata “relokasi”, artinya dipindahkan ke Rusun-rusun, kalau lokasi Rusun dekat, seperti dari Bantaran Sungai Ciliwung ke Rusun Jatinegara, tapi kalau Rusun dapatnya lokasi lumayan jauh, seperti Rusunawa Rawa Bebek, meski tetap di lokasi Jakarta.

Saat ini Anies gunakan kata “geser” untuk yang tinggal di Bantaran Sungai Jati Padang, mau digeser kemana? Artinya rumah-rumah itu tetap DIGUSUR untuk memperlebar sungai, nah yang tinggal di rumah itu mau “direlokasi” kemana? Anies belum menjelaskan hal ini. Kalau Ahok, Rusunawa jadi dibangun dulu dan siap, baru relokasi dilakukan dan normalisasi sungai diterapkan.

Kesimpulannya, konsep Anies soal drainase vertikal yang ia sampaikan saat kampanye lalu tidak bisa diterapkan, malah saat ini Anies menjadi kecebong, sebutan pendukung Anies untuk pendukung Jokowi dan Ahok.

Dengan sungai-sungai yang lebar, bersih dan bebas polusi, tentu kecebong-kecebong senang, berenang gembira yang akan menjadi katak yang bernyanyi-nyanyi di pinggir sungai, bersama ikan-ikan yang sudah kita saksikan mulai banyak sejak Ahok melancarkan program normalisasi sungai.

Kecebong akan bahagia bila Anies terus memperlembar sungai.

Dan Selamat jadi Cebong Nies!

Sumber : Status Facebook Sudirman Totok

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *