by

Andika Perkasa, Panggung Baru Bursa Capres

Oleh: Budhius Ma’ruff

Saluut buat Puan Maharani, yang menunjukkan sikap tegas dan cerdasnya, saat memimpin sidang Rapat Paripurna DPR RI..

Fokus pada agenda sidang yang disepakati semua fraksi, dan komit dengan aturan persidangan.

Modal kuat yang nyata untuk siap memenangkan kontestasi pilpres 2024, ditunjukkan dengan cerdas oleh cucu Proklamator tsb.

Namun pada sisi yang lain, PDIP dan Puan Maharani, plus bersama Jokowi tentunya, juga tidak menutup kemungkinan dapat berkolaborasi bersama, untuk mengusung Andika Perkasa sebagai Capres idial, pelanjut tongkat estafet kepemimpinan Jokowi selama ini..
Siapa pendamping Andika sbg Cawapresnya, diluar Puan Maharani, juga sangat beragam pilihan, yg mewakili keberlangsungan kepemimpinan Jokowi selanjutnya.. Inilah concern Jokowi sesungguhnya…

Mungkinkah itu Cawapres nya Ganjar..? Saya kira tidak.. Karena Ganjar dimata PDIP sudah terlanjur di anggap sbg kader yg ambisius, lupa kacang sama kulitnya, dan punya sandungan masalah. Jokowi jelas enggan dengan tokoh yang berpotensi ada sandungan hukum nya..

Bagaimana dengan Andika – AHA..? Cukup menjanjikan pasangan ini, dan Jokowi clear dengan pasangan ini..

Bagaimana dengan Andika-Risma..? Not bad.. Pasangan ini juga akan saling mengisi ruang yang kosong, antara strong leadership dan vision leadership..?

Bagaimana dengan Andika-Srimulyani..? Woow.. Ini pasangan yg sangat spesial. Market akan sangat mendukung pasangan ini, karena di dalamnya mencerminkan kepercayaan tingkat tinggi pasar pada stabilitas politik, keamanan kawasan, dan keberlanjutan pembangunan yg terukur..??

Sama baiknya dengan pasangan Andika-Srimulyani adalah pasangan Andika-Etho. Pilihan pasang ini, bisa jadi adalah pasangan yg diharapkan Jokowi dapat menggantikan kepemimpinan nya 2024-2029.

Etho atau Erick Thohir selain cukup matang digodok Jokowi dlm menata manajemen pembangunan, juga mampu menjaga psikologi politik asketisme gaya Jokowi, yg tidak baperan dan merakyat.. Etho dianggap oleh Jokowi sebagai representasi kaum milineal yg progresif dan visioner dlm mencapai arah Indonesia maju dalam Tri Saktinya Bung Karno..

Banyak pilihan cerdas, dan kita tidak usah hirau dengan framming hasil survei, yg menempatkan seolah-olah tokoh A atau B tertinggi elektabilitas nya, itulah yg mewakili rakyat.

Semua kita tahu, jelang diputuskan Ketum PDIP sbg Capres pada 2014 silam, elektabilitas Jokowi juga jauh dibawah nama-nama beken saat itu, seperti Prabowo, Megawati, Wiranto, JK, dan Aburizal Bakrie..

Dan akhirnya, meski dengan modal elektabilitas sangat rendah, Jokowi mampu memenangkan pertarungan..

Artinya, tidak ada korelasi yg kuat, bahwa elektabilitas yg dibuat mesin lembaga survei, adalah sebuah pedoman yg mumpuni..

(Sumber: Facebook Budhius Ma’ruff)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed