Alkacong Jual, Rakyat Indonesia Siap Borong

Jadi kamu tidak perlu repot, Sup. Alloh sudah memiliki malaikat yang akan mencatat amal baik buruk mu. Jangan kamu ikut-ikut berlagak bak malaikat atau bahkan melebih kuasa Alloh. Wah, bisa kualat, lu… Biarkan saja untukmu agama mu dan untuk ku agama ku. Atau silahkan baca kembali QS Surat Al Baqarah: 256, yang terjemahannya:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat.” Ditambahkan lagi, bahwa hidayah itu urusan Alloh SWT, kita sebagai hambaNya hanya bisa saling mengingatkan. Bahkan Nabi Muhammad SAW tidak memiliki kuasa untuk itu (hidayah). Apalagi ente yang gak ada seujung kukunya nabi?

Bagaimana jika mereka saudara kita sendiri seiman? Tidak bolehkah memaksa? Lha bigimana sih? Dengan yang berbeda agama aja dilarang apalagi dengan yang seiman? Dosa mu bisa dobel-dobel. Jangankan bertikai hingga fisik dengan sesama muslim, mendiamkan diri tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari saja dosa dan dilarang oleh nabi Muhammad SAW.

Dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Raslullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, jangan saling membelakangi, jangan saling bermusuhan, jangan saling hasud. Jadilah hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya di atas tiga hari”. (HR Muttafaq ‘alaihi)

Tapi mereka Syiah? Lha? Memang Alloh mengenal apa itu Syiah apa itu Suni dan yang lainnya? Sekali lagi ya, Sup, yang dinilai kelak adalah amal ibadahnya. Titik. Emang Suni selalu benar dan Syiah selalu salah? Di negara Irak bisa kebalik, dan itu semua cuma politik agama. Alloh kagak ngenal “politik”. Paham blom? Balik tuh yang ada dalam otak mu.

Kamu kan cuma kroco-kroco yang dimanfaatin untuk kepentingan politik junjunganmu yang kamu anggap imam kegedean itu, eh… Imam Besar. Sebagai sesama, saya hanya mengingatkan bahwa keyakinan mu itu salah. Jika tidak mau merubah ya silahkan. Karena keyakinan tidak boleh diadili apalagi dipaksa. Tapi sikap fisik mu yang kerap anarkhi boleh dan harus kami lawan.

Ini juga sesuai tuntunan nabi Muhammad SAW bahwa di saat saya sudah merasa tidak nyaman menjalankan keyakinan saya karena terus dirusuhi dan diganggu secara fisik oleh kelompok mu, maka saya dan kami akan melawan hingga memaksa. Memaksa bisa dilakukan hanya untuk mempertahankan diri dari serangan.

Apalagi kami tuan rumah, dan kalian yang arabisme adalah tamu. Jangan paksa budaya Arab di bumi Nusantara Indonesia. Kami cinta damai tapi lebih mencintai Indonesia, terutama adat budaya leluhur. Silahkan pakai jubah dan katok cingkrang tapi jangan rusak dan paksa budaya Indonesia menjadi budaya asing. Berapa yang kamu jual, kami siap borong semua. (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *