by

Aksi Bela (Rente) Pertamina (?)

Apakah perubahan regulasi BI, Bapepam LK dan OJK diatas memicu demo karyawan? Tidak! Karena relatif tak mengurangi kesejahteraan mereka. Apalagi sampai membawa isu politik. Yang jelas ini adalah domain regulasi dan tidak ada komoditas yang bisa diperjual belikan yang melibatkan para rente dan calo. Bahkan kini pengawasan industri jasa keuangan menjadi lebih efektif dan efisien karena melalui satu pintu.

Dan yang terakhir adalah restrukturisasi Pertamina dimana salah satu anak perusahaannya yaitu Pertagas yang diakuisisi oleh PGN. Hal ini memicu demo karyawan Pertamina dengan tema “Bela dan Selamatkan Pertamina”. Bahkan isu menjual aset negara sampai ganti presiden menjadi bumbu dan gorengan dalam kebijakan restrukturisasi yang diinisiasi Kementerian BUMN ini. Mereka yang menolak kebijakan ini seolah-olah hidup matinya Pertamina tergantung pada Pertagas. Seakan Pertamina terdzalimi dan harus dibela. Keselamatan Bangsa juga tergantung Pertagas Padahal porsi terbesar yang menjadi domain komoditas Pertamina adalah minyak dan bukanlah gas. Bahkan komoditas gas yang didistribusikan oleh Pertagas selama ini sebagian besar didapatkan melalui impor. Mirip seperti ketika masih ada Petral yang juga anak perusahaan Pertamina sebagai importir minyak. Terbukti, sejak dibubarkannya Petral, rantai distribusi menjadi lebih efisien karena mampu mengurangi cost yang masuk ke kantong pribadi para rente.

Lantas, kenapa upaya restrukturisasi Pertagas juga mengalami resistensi yang tinggi? Padahal ini bertujuan untuk efisiensi distribusi agar menjadi satu pintu ditangan PGN yang jelas selama ini mampu mendistribusikan komoditas gas ke masyarakat dengan harga lebih efisien. Salah satunya melalui model berlangganan melalui pipa dan gas meter rumah tangga. Namun begitu harus diakui, PGN masih kalah bersaing dengan “saudaranya” sendiri. Aneh memang, yang murah malah yang kalah. Kenapa? Karena patut diduga ada rente yang masih bermain dan mendominasi komoditas ini melalui Pertagas. Apalagi ketika pemerintah memutuskan untuk menyetop impor gas, situasi menjadi memanas seolah ada yang hatinya panas. Padahal apakah pantas, kita sebagai negara kaya gas malah impor dari Singapura yang “miskin” gas? Kecuali kalau kita memang gak waras!

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed