AHY Si Bocah Baper

AHY di dunia politik, ibarat bocah yang baru masuk SD. Dimana seharusnya dia masih butuh banyak belajar, sehingga ketika nanti sudah cukup mencapai tingkat kematangan, barulah berperang. Saat ini masih belum, itulah sebabnya setiap tindakan yang diambilnya selalu saja berbalik arah dan menampar mukanya sendiri.
Andaipun benar isu yang dibangun AHY tentang adanya pihak yang mau menggesernya dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat, maka sah-sah saja baik secara hukum maupun secara politik. Tidak ada yang salah dengan itu.
Semua orang memiliki kebebasan yang sama untuk melakukan manuver politik sesuai selera masing-masing dan AHY lupa bahwa dulu bapaknya (SBY) juga pernah melakukan manuver politik yang sama.
Kebaperan AHY yang medramatisir dan langsung melakukan konpers lalu kemudian mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi, selain memperlihatkan ketidaktahuannya tentang dinamika politik, juga mengungkap fakta bahwa AHY tidak mampu menyelesaikan masalah ataupun gejolak yang terjadi di internal partai yang dipimpinnya.
Inilah akibatnya ketika orang yang tidak memiliki pengalaman di bidang politik dipaksa untuk memimpin partai dan itulah yang sedang dialami AHY.
AHY dengan terpaksa harus memenuhi ambisi bapaknya (SBY) untuk tetap menguasai Partai Demokrat, meskipun jika menilai dari segi kapasitas sebenarnya AHY belum cukup mumpuni untuk menjadi Ketua Umum partai dan hal inilah yang membuat beberapa tokoh pendiri Partai Demokrat muak.
Ditambah lagi struktural kepengurusan Partai Demokrat yang layaknya susunan pengurus arisan keluarga.
Mulai dari Ketua Pembina diduduki oleh SBY, Ketua Umum AHY dan Wakil Ketua Umum EBY (Ibas). Jadi, wajar saja jika para pendiri Partai Demokrat berupaya kembali merebut kendali kekuasaan partai yang mereka dirikan tersebut dari tangan AHY yang jelas-jelas belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin sebuah partai.
Sumber : Status Facebook Seruanhulu

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *