Ahok & Vero Manusia Biasa

Dalam hatinyapun dia menginginkan kebersamaan dengan istri dan anaknya. Selama ini mereka hanya bersama saat menjalankan ritual doa pagi bersama. Sebelum putusan pengadilan, dia berkata akan mengajak keluarganya berlibur setelah masa jabatannya usai. Dia sempat menanyakan padaku, apa dia bisa ke Bali tanpa dikerubuti orang untuk berfoto bersama? Betapa dia mendambakan quality time bersama keluarganya. Betapa dia ingin mencicipi kehidupan normal bersama anak dan istrinya.
.
Jangan bilang Ahok tidak penyabar. Hanya seorang penyabar yang bisa melayani begitu banyak aduan warga . Orang orang yang sebagian besar pendidikannya rendah, panik, menangis dengan tata bahasa yang berantakkan. Semua dilayani satu persatu. Pernahkan kita menempatkan diri sebagi seorang Basuki Tjahaja Purnama? Cukup sabarkah kita kalau harus menghadapi pengaduan seperti itu setiap hari?
.
Tekanan politik luar biasa dan ancaman keselamatan keluarga. Matipun dia tak takut. Dia hanya tau dia memperjuangkan kebenaran dan memenuhi amanat Ayah nya untuk menjadi pejabat yang bisa melayani dan membantu masyarakat
.
Bagaimana rasanya menjadi anak-anank Ahok? Saat Papa mereka seolah bukan milik mereka lagi. Papa mereka milik anak-anak rusun, pengemudi gojek dan warga bantaran kali. Betapa mereka ingin bermanja dengan Papa mereka
.
Aku menyaksikan ahok datang saat wisuda Natania. Dia datang agak terlambat, dan duduk dibarisan belakang. Dia tak beda dengan Ayah lainnya. Pun saat menonton anaknya ballet performance
.
Mendapat sorotan luar biasa, menyaksikan demo besar untuk memenjarakan Ayah mereka, menonton siaran dan membaca berita dimana orang-orang berteriak akan membakar, membunuh, menyate Ayah mereka. Darah Ayah mereka halal. Rumah mereka dijaga sekompi polisi saat demo besar berlangsung untuk menumbangkan sang Ayah. Terbayangkah seberapa trauma dan luka batin anak-anak itu?
.
Daud yang kebingungan saat banyak orang di sekolah menepuk bahunya memberi simpati dan memintanya untuk bersabar. Dia tak tau saat itu Papa nya sudah berada di dalam sel Cipinang. Anakku bercerita Daud tak masuk sekolah selama beberapa hari kemudian. Panas demam
.
Pernahkah kita membayangkan kehidupan yang dijalani Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, Nicholas, Natania dan Daud?
.
Mereka hanya sekumpulan manusia biasa. Yang kebetulan ber Ayah kan seseorang yang bertekad mengabdi untuk negri ini, dengan prinsipmya yg kuat untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan siap bertaruh nyawa untuk membela nilai-nilai yang dia yakini. Sekali lgi mereka manusia biasa, termasuk Basuki Tjahaja Purnama
.
Kita tak pernah tau sesungguhnya sebesar apa ancaman dan tekanan yang mereka hadapi. Bahkan mungkin tak bisa membayangkannya. Kita tak pernah tau apa yang terjadi di dalam keluarga mereka. Apa yang berkecamuk di hati mereka
.
Ahok bukan seorang aktor. Dia pantang pencitraan. Dia pantang bersandiwara. Tersenyum bahagia bersama keluarga di depan publik, tapi kisruh di dalam dan bergelimang perempuan di belakang layar, bukan gaya seorang Ahok
.
Dia tak pernah malu menunjukkan kekurangannya. Dia sosok yang apa adanya. Sosok yang sangat langka di negri ini. Dia adalah salah ciptaan Tuhan yang luar biasa, dan Tuhan menghadiahkannya untuk negri ini
.
Jangan hakimi Ahok, jangan hakimi Vero. Kejadian yang menimpa mereka bisa menimpa setiap pasangan di bumi ini karena kita, Ahok dan Vero hanya orang biasa
.
Kita doakan Tuhan memberi yang terbaik bagi mereka. Bagaimanapun jalanan terjal penuh hujan, petir dan badai sudah mereka lalui. Semoga mereka tetap bisa bergandeng tangan mencapai garis finis dan menyongsong cahaya, pelangi dan cerahnya hidup bersama anak anak tersanyang.

Sumber : Status Facebook Wanda Ponika

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *