by

Ahok Presiden, Why Not?

Oleh: Biakto

Poli-tikus pada sibuk moles dirinya atau jagonya utk bisa nyapres gantiin Jokowi.

Kalau mereka benar mau ngurusi bangsa ini,gak perlu teriak menjual Kepalsuan, minta di kutuk segala. Basoooo..

Kita ini sudah puluhan tahun di jejali kemunafikan orang2 berdasi yg sarat ambisi. Coba belah batok kepalanya, pastilah isinya hanya nafsu berkuasa bgmn bisa membuat mereka kaya. Mikiri bangsa, bulshit lah.

Sekarang menuju 2024 orba reborn didepan mata, tandanya jelas kebaca melalui siapa dan partai nya apa.

Saya audah sejak selesainya pak Jokowi di Lantik 2019 sudah membaca bahwa kekuatan politik masih tertumpu pada pak Jokowi yg semakin berani serta kuat dalam menjalankan amanah rakyat yg konstitusional.

Melakukan penyitaan asset anak Soeharto yg didapat dgn cara kotor. Dan asset para maling zaman ini. 114 T target nya. Itu sama dgn 1/4 nilai investasi IKN.

Sekarang lagi rame memframing AB sebagai pemimpin pribumi yg handal, mereka lupa rakyat sudah dikasi tontonan drama kolosal perusakan Jakarta. Kita juga menyaksikan bagaimana politik identitas itu di torehkan.

Semua ini dalangnya jelas siapa. AB itu hanya boneka yg dimainkan oleh dua sisi kepentingan yaitu pengkhianat bangsa dan Amerika yg sejak lama memelihara AB via JK.

Dengan kondisi diatas, apakah benar pemilik partai di Indonesia ini memikirkan bangsanya, jauh panggang dari api. Apa kita yakin orang² yg di kunyah Jokowi mau berbesar hati, ikhlas hartanya atau bahkan potensi harta hasil rampokan akan menjadi potensial lost didepan mata.

Sepertinya ikhlas adalah sebuah kemasgulan hati buat mereka. Makanya boneka baru itu dihadirkan sebagai perpanjangan tangan agar rencana merampok lebih terstruktur. APBD Jakarta adalah contoh nyata bagaimana mereka mengacaknya.

Kalau mau framing²an, mari beri kesempatan kami memframing Ahok sebagai pemimpin pilihan rakyat, bukan boneka dari Amerika yg syarat rencana.

Bahasa presiden hrs asli Indonesia, kok yg di kudang Yaman man yg Cemen. Apa bedanya Ahok yg penuh integritas daripada sang maling yg getas rasa kebangsaannya. Ahok itu sudah teruji. Saat dia mau pergi dari Indonesia, ayahnya melarang dan mengatakan, kalau kau mau berbakti kepada negeri ini, harus tinggal disini dan perbaiki.

Ada dua cara kekuatan yg bisa dilakukan, dan ini tidak perlu pakai pidato yg penuh retorika. Hanya saja restorasi Indonesia beneran bukan hanya pembualan.

1. Amandemen UU pemilu agar Jokowi tetap memimpin minimal 1 x lagi agar negeri ini lebih baik lagi.

2. Capreskan Ahok untuk tarung dgn AB yg di framing pribumi serta pemimpin yg baik.

Baik kok nyolong, ini kan sama saja memframing formula E membawa manfaat, hasilnya malah membuat APBD Jakarta sekarat.

Ini semua akibat ngurus negara pakai agama, pakai pri non pri. Kriterianya jadi bias, yg seharusnya baik buruklah yg di utamakan agar tidak menimbulkan kerusakan yg berkepanjangan, contoh dasarnya sudah ada, Jakarta, apa kurang besar kaca cembungnya.

Dikasi yg baik kok malah milih bangke. Apa dari itu menandakan kalian juga bangke !!

Pura² saja kalian, dasar !

(Sumber: Facebook Biakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed