Ahok Datang Calo Bubar

Si dongok minta Ahok dipecat karena brisik sementara maha karyanya cuma sekitar jebak menjebak WTS to?
Bergerilya bak oportunis si sok santun wakil MPR dari pekaes itu minta dibuatkan undang-undang perlindungan bagi pemuka agama.
Demikianlah si pekaes, selalu berpikir tentang apa yang menguntungkan baginya. Bencana dan kesulitan orang lain adalah berkah baginya. Lalu seolah pahlawan, dia tampil. Tarikan muka dipaksakan demi drama terlihat jujur dan santun. Namun apa isi kepalanya, oportunis adalah tentang untung baginya.
“Buat undang-undang perlindungan bagi pemuka agama!” Keren teriakannya?
Saya, lebih senang negara membuat undang undang yang mengharuskan pejabat berkeliling dor to dor ke rumah warganya. Tinggal dan bicara dengan mereka layaknya seorang teman, disana masalah warga pasti ditemukan.
Jangan justru menjebak perempuan yang sedang terpaksa demi segelas susu bayi di rumah malah dipenjarakan apalagi memakai cara licik. Kampungan bin norak.
Lama sudah kita lupa apa itu teman. Apa itu saudara, apa itu baik, apa itu jujur, apa itu apa adanya.
Lama kita tak lagi berjumpa dengan bagaimana itu jujur, bagaimana itu sederhana, dan bagaimana menjadi apa adanya.
Pada akhirnya, kitapun lupa menjadi apa dan bagaimana seharusnya orang Indonesia.
Dan lantas ketika datang seorang Indonesia bernama Ahok kita lupa. Kita pikir dia orang asing.
Dia marah dan ngamuk ketika para santun ngembat duit negara. Dia menangis ketika si buruk muka dan bau, tertindas dan lapar. Dia pakai seluruh kemampuannya demi tanggung jawab melekat di pundaknya.
Bukankah sudah seharusnya salah adalah salah? Bukankah sudah seharusnya maling berbaju pejabat harus dimaki dan dibuang? Itu yang sedang Ahok lakukan di Pertamina demi membuat perusahaan itu bermanfaat bagi orang banyak.
Lalu kenapa kalau yang berlaku seperti itu Ahok, kita lantas marah? Karena dia China? Karena dia Kristen? Atau karena kelewat jujur?
Sungguh, kita memang masih sakit bila kejujuran berbungkus kasar tak mampu kita lihat dan namun ketamakan berbaju santun membuat kita kagum dan tunduk.
Kita tak lebih dari manusia yang senang bohong dan dibohongi. Itulah makna munafik. Dan bukan itu seharusnya kita hari ini.
Meski Ahok China dan Kristen, saya lebih salut dan bangga bila dia yang harus jadi pemimpin dibanding Anis, Hidayat apalagi Andree.
Kenapa? Emang ada konsep China, Arab, Jawa, Islam, Buddha ketika jadi pemimpin? Setau saya, harus WNI to?
.
.
.
RAHAYU
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *