Ahok Bilang, “Jokowi” Lebih Kejam Kepada Musuhnya

Untuk itu, Jokowi ingin memutus sumber pendanaan dari Cendana. Terkait pendanaan, sebenarnya ada pula tokoh lain yang juga dianggap di belakang layar kegaduhan, namun artikel ini khusus membahas Cendana. Beberapa kali usaha kegaduhan dilakukan namun selalu gagal, meski sudah menggunakan kekuatan ormas dan massa Islam garis keras. Termasuk pula Tommy Suharto harus membuat partai politik.

Namun semua tidak berjalan mulus. Bahkan semakin hari semakin terasa jika posisi mereka kian terjepit terpojok namun belum terjengkang saja. 5 bersaudara itu sampai bingung harus bagaimana menjinakkan Jokowi? Bambang Triatmojo dibuat tidak berkutik dicekal Menkeu dan harus melunasi utang negara sebesar Rp. 50 M. Ormas yang selama ini menjadi andalannya tumbang satu demi satu (HTI, FPI dan KAMI). 

Bahkan tokoh utamanya, Rizieq Shihab, kini menjadi pesakitan di tahanan. Belum lagi keluarga Cendana harus menghadapi tuntutan perusahaan asal Singapura. Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ltd diketahui tengah melakukan gugatan terhadap keluarga Presiden ke-2 Soeharto. Gugatan tersebut nilainya cukup besar yakni totalnya Rp 584 miliar. 

Mitora pun juga meminta agar Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disita dalam proses tersebut. Gugatan terbaru ini masuk ke PN Jakarta Selatan. Padahal, Mitora sebelumnya melakukan gugatan lewat PN Jakarta Pusat, kala itu Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan pada sebidang tanah berikut dengan bangunan yang berdiri di atasnya.

“Beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jl Yusuf Adiwinata No. 14, Menteng, Jakarta Pusat,” tulis petitum tersebut dikutip dari situs Sistem Penelusuran Perkasa PN Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2021). Selain itu, Mitora juga meminta para tergugat secara tanggung renteng membayar kewajiban Rp 84 miliar, dan kerugian immateril sebesar Rp 500 miliar.

Gugatan ini diajukan pada Senin (8/3/2021), dengan nomor 146/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst.  Lalu, ternyata ada gugatan terbarunya. Gugatan dilayangkan ke PN Jakarta Selatan bernomor 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. Ada enam pihak yang digugat Mitora, yakni ke Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, Ny Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Tn H. Bambang Trihatmojo, Ny Siti Hediati Hariyadi, Tn H Sigit Harjojudanto dan Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih.

Entah kebetulan atau tidak, entah ini langkah catur yang tengah dimainkan Jokowi. Aset di TMII yang masuk dalam tuntutan gugatan tadi, segera diambil-alih oleh negara. Selama ini (44 th) meski statusnya milik negara namun dikelola oleh yayasan milik Cendana. Dengan begitu, Tommy dan saudara-saudaranya akan semakin bingung bagaimana memenuhi tuntutan perusahaan Singapura tersebut. 

Saya kira, ini barulah sebagian saja dari langkah-langkah cerdas Jokowi mematikan gerak lawan. Kita tunggu saja kelanjutannya. Memang benar yang dikatakan Ahok, bahwa dalam menghadapi musuh, Jokowi lebih kejam ketimbang dirinya, “Kalau saya sekali tebas selesai, gak ada urusan. Tapi Jokowi lebih kejam. Musuh dimasukan panci yang penuh dengan air lalu dinyalakan api. Mati pelan-pelan, dong!”

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *