by

Ahli yang Menyesatkan

Oleh : Patrianef Darwis

Seseorang mestinya berpendapat sesuai dengan bidang keilmuannya. Di Republik kita tercinta ini memang aneh. Mungkin seperti yang saya tulis kemaren bahwa kita memang tidak sehat sehingga pendapat dari orang yang tidak berkompeten kita jadikan rujukan. Ada dua orang yang diberi panggung secara nasional pada awal awal masa epidemi. Pendapat mereka ini karena disampaikan oleh ahli dijadikan panutan sehingga menimbulkan disinformasi yang berlanjut sampai hari ini.

Pendapat keahlian mereka tidak tepat dan tidak etis karena berada diluar bidang keahlian mereka yang bukan untuk manusia. Tidak kurang TV Nasional , radio, artis bahkan ada yang mengatas namakan Kementerian memberi mereka panggung sehingga pendapat mereka ini menyebar dan diterima di tengah masyarakat. Secara pribadi saya ingin mereka diberi panggung sekarang dan dimintai pertanggung jawabannya serta diadili karena sudah menyebarkan disinformasi dan menyesatkan masyarakat sehingga disinformasi ini berlanjut sampai saat ini.

Kerusakan yang ditimbulkan tidak sederhana karena menyebabkan orang orang mengabaikan peringatan peringatan dari para ahli tentang berbahayanya penyakit ini. Hal ini mengakibatkan banyak orang yang meregang nyawa karena mengabaikan peringatan peringatan dari para ahli. Berbeda pendapat dalam kerangka ilmiah di dunia kedokteran adalah hal yang biasa asalkan dalam koridor koridor ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Misalnya penggunaan Ivermectin saat ini masih kontroversi dan masing masing pihak yang berbeda pendapat bisa menampilkan data data ilmiah dari penelitian dan data data ilmiah itulah yang menjadi hakim atas pendapat mereka.

Di Indonesia diadakan uji klinis untuk mengatasinya dan uji klinis ini diawasi oleh BPOM sehingga hasil uji klinis ini nanti bisa menentukan keputusan BPOM apakah Ivermectin diterima atau tidak sebagai obat bagi Covid-19. Orang melanggar lalu lintas paling paling menyebabkan kematian satu atau dua orang. Pendapat mereka secara tidak langsung menyebabkan banyak kesakitan dan tentu saja kematian. Seorang dokter salah diagnosa, salah obat dan hanya satu orang korbannya di sidang oleh Majelis Kode Etik Kedokteran, Majelis Kehormatan dan Disiplin Kedokteran Indonesia bahkan oleh Pengadilan.

Kenapa pendapat yang mengakibatkan kerugian bukan hanya angka kesakitan, kematian bahkan ekonomi negara kita selesai begitu saja tanpa pertanggung jawaban. Menyelesaikan masalah ini dengan membuat surat bahwa mereka bukan anggota suatu organisasi profesi bukanlah suatu jalan keluar yang elegan. Harus ada jalan keluar yang lebih terhormat ketimbang melepaskan tanggung jawab terhadap pernyataan orang satu profesi.

Sekarang ada lagi dokter yang mendapat panggung karena menyatakan bahwa kematian orang orang bukan akibat Covid-19, tetapi oleh karena interaksi obat dan sebab lain dan juga menampilkan teori konspirasi. Saya berpendapat orang ini karena berpendapat secara terbuka, harus disidang juga secara terbuka. Pendapatnya sangat tidak ilmiah dan menyesatkan.Maaf, pendapat saya agak sedikit kurang nyaman bagi banyak orang. Tetapi hal ini harus kita sampaikan, karena kerusakan yang ditimbulkan akibat pendapat pendapat mereka sangat besar

Sumber : Status Facebook Patrianef Darwis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed