Agamaku Teroris?

Tapi bagaimana jika membunuh menjadi bagian dari iman — sepeti halnya kelompok Syiah Qaramithah yang membunuh lawan dengan pisau belati — mungkin semacam seni menghabisi lawan dengan cara eksotik. Termasuk bom bunuh diri — de-radikalisasi juga cara ekstrim untuk mengalahkan — sebab semangatnya juga sama : membunuh dengan cara legal. 

Seperti halnya ideologi, agama juga punya daya rusak — bisa saja menjadi bahan bakar atas perang yang lazim disebut jihad. Agama juga menciptakan musuhnya sendiri untuk dilawan dan dikalahkan, dengan begitu maka setiap pemeluk agama tetap merawat ghirah tanpa kecuali. 

Prof Haidar mengingatkan agar mewaspadai fanatisme partisan di Persyarikatan — saya tau arahnya, meski tak baik disampaikan vulgar. Tapi saya kawatir, menjadi rumah singgah bagi ideologi partisan  yang sedang kehilangan rumah 

Bukankan negara juga harus punya musuh untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan — terorisme salah satunya. Jadi jujur saja saya iklas, ketika teroris ditabalkan pada suatu agama tanpa terhalangi. Bukankah keduanya bersinergi saling membutuhkan.

Sumber : Status Facebook nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *