by

Agama untuk Cari Untung?

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Agama di dunia jumlahnya ada ribuan. Ada yang agresif mencari pengikut, ada yang sekedar mengajarkan kebaikan dalam lingkup terbatas. Ada pula yang harus mensyaratkan setia pada pemimpinnya, ada yang dasarnya keikhlasan. Agama sudah ada sejak ribuan tahun. Agama pasti punya keistimewaan sehingga bisa bertahan hingga ribuan tahun. Jared Diamond lewat bukunya The World Until Yesterday, menjelaskan ini dengan sangat gamblang, yaitu fungsi agama.

Bagi awam atau masyarakat, agama bisa jadi sandaran ketika sedang punya masalah, menenangkan hati, menghindari ketakutan atau kekhawatiran menghadapi kematian. Dalam level komunal, agama menciptakan tradisi kebersamaan seperti sholat ied dan tradisi mudik atau perayaan Natal, persaudaraan haji, kelompok pengajian.Ada banyak orang baik yang mengajak masyarakat untuk berbuat baik, menjalani hidup dengan benar lewat jalan agama. Dan itu menjadi hal yang wajar di dalam tradisi masyarakat kita puluhan tahun.

Pak kyai , pak ustadz, biasanya mengajak dengan cara yang lembut, tidak menakuti dan tidak meminta imbalan. Atau mendapat imbalan sekedarnya.Bagi beberapa kelompok, agama menjadi sarana mencari uang. Ada orang yang sumber uangnya dari agama. Ada juga yang memanfaatkan agama untuk mendapat dukungan politik. Yang perlu diwaspadai adalah ketika agama sudah dipakai sebagai sumber penghasilan dan mendapatkan dukungan politik. Orang-orang biasanya tidak sadar mereka sudah dimanfaatkan. Karena selain pendekatannya halus, biasanya menjanjikan sesuatu yang luar biasa nanti di akherat. Iming2 surga dan ancaman neraka menjadi alat utama ‘menggarap’ jamaah.

Mereka yang jadi jamaah suatu kelompok bisa sangat fanatik dan rela mengorbankan hartanya, bahkan hubungan kekeluargaan, demi mendukung ketua kelompok atau tokoh tertentu. Mereka menjadi pribadi yang aneh dan jauh dari saudara dan teman. Hanya dekat dengan anggota kelompoknya. Orang2 yang memakai agama untuk cari uang dan kekuasaan biasanya nggak punya kelebihan lain untuk cari makan, atau bagi para politikus, nggak punya skill atau program untuk ditawarkan. Jadi akhirnya jualan agama. Sayangnya banyak jamaah yang lebih fanatik dari gurunya atau pimpinannya

Agama juga dipakai untuk kepentingan bisnis atau keuntungan kelompok lewat lembaga resmi (toko, mart, bank, BUMN) atau perjuangan membela kelompok tertentu (donasi Palestina, donasi Ronghya, dsb). Orang yang mendapatkan kekuasaan atau jabatan karena jualan agama, biasanya tidak berprestasi ketika berkuasa atau mendapat jabatan. Mereka hanya pandai bersilat lidah, berkata2 indah, menyalahkan orang lain, mengalihkan isu. Masyarakat harus sadar, agama seperti pisau bermata dua, bisa membawa kebaikan, bisa juga dimanfaatkan untuk kejahatan.

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed