by

Agama Jangan Dijadikan Alat Tekan Politik, Lawan Radikalis

Keberanian yg kemudian memicu keberanian orang lain ini justru harus diapresiasi oleh Kapolri. Setidaknya, salah satu bentuk apresiasi itu:
Kapolri menunjuk Fadil sebagai tandem pengawalan berbagai programnya di Mabes Polri. Jika tidak, keberanian Fadil selama ini di mata publik berkesan tidak diapresiasi oleh Polri, terlebih “disingkirkan” seperti permintaan Abdullah Hehamahua ini.
Fadil Imran saat itu tidak bertindak represif terhadap kelompok Islam, ini harus kita sadari. Fadil hanya menjalankan amanat UU untuk memerangi premanisme, radikalisme, ekstremisme dan terorisme – dimanapun mereka berakar.
Jika ada sekelompok orang yg berusaha mendevaluasi peran Fadil dalam “memerangi” radikalisme, apalagi berusaha menjatuhkan, tentunya bisa kita prediksi: mereka adalah bagian dari kelompok radikal yg dendam atas sikap Fadil. Ini secara logika sederhana saja.
Oleh karena itu, perlu ada apresiasi kepada Fadil Imran dari Kapolri. Entah apapun bentuknya. Tujuannya adalah untuk mempertegas komitmen Polri terhadap pemberantasan radikalisme dan ekstremisme, sesuai amanat UU.
Sumber : Status Facebook Budiman Budiman

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed