by

Agama dan Kemanusiaan

 

Oleh: Enha Saja
 

Bisakah saat kita berbagi, dalam sedekah misalnya, bukan karena perintah agama, tapi ya karena secara kemanusiaan kita merasa harus melakukan hal itu. Bahwa secara agama nanti Tuhan akan paringi ganti berlipat itu pastilah nda perlu dibahas-bahas, nda perlu dibicarakan Dia juga tidak marah, sejak dulu Tuhan tdk tersinggungan, gak kaya sebagian hambanya yang lebay dan sumbu pendek. Saya jadi ingat tulisan lama ini, semoga mencerahkan:

Jangan berhenti di fadhilah!

Fadhilah atau keutamaan itu penting, bolehlah sebagai bonus, kalo dari awal jadi motivasi lalu tdk ada upgrading ilmu boleh jadi agama hanya akan sebatas fadhilah.

Ajaran islam itu sarat dgn value yg universal, saking universalnya anda akan menemukan nilai2 itu justru tdk di negeri2 islam. Pertanyaannya adalah mengapa nilai2 itu teraplikasi dgn baik di negeri2 sekular? Aku berfikir keras, boleh jadi karena mereka nda sibuk dgn fadhilah, mereka menjalaninya karena memang sedemikian itu harusnya kita melakukan, bukan karena iming2 ganjaran.

Lalu bagaimana menyikapi fadhilah dalam beragama? Ya sikapi saja sebagai bonus, anda jangan fokus sama fadhilah-nya tp fokus saja pada amaliyahnya.

Penjelasannya begini, al-Quran itu turun kan sangat mengerti konteks kemanusiaan saat itu. Manusianya suka dagang dan bertransaksi, maka ayat2 keselamatan banyak menggunakan terminologi “tijaroh” artinya perniagaan.

Konsep pahala-dosa yg termuat banyak dalam ajaran at-targhib wa at-tarhib (kabar gembira dan peringatan) khas transaksi dagang, sebagian orang beribadah krn mengejar fadhilah2 tsb. Lalu posisi “awarness” dan “surrender” itu di mana ya?

Khazanah berbagi dalam kegiatan Philanthropy telah eksis lama di jagat dunia meskipun tidak dilatarbelakangi oleh pengetahuan tentang fadhilah. Meskipun begitu yaqinlah, Allah tdk akan mengurangi hak-hak hamba-Nya yg rajin berbagi.

Pendek kata, aktifitas ibadah itu makna esoteriknya kan melayani dgn spirit yg tulus, kita tdk bisa melayani tuhan secara langsung, maka layanilah makhluqnya! Ibadah itu bukan utk kepentingan nafsu, tp krn memang engkau merasa perlu melakukannya.

Just do it and then forget it… That’s it!

(Sumber: Facebook Enha Saja)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed