by

Ada yang Berani Nyuruh Anak Anies Pake Jilbab?

Oleh : Sahir Nopi

Kasus pemaksaan pemakaian jilbab oleh guru di SMAN 1 Banguntapan Bantul Jogjakarta memang membuat miris. Ada saja dalihnya. Cuma disediakan jilbab lah, cuma tutorial lah, cuma dinasehati lah. Omong kosong semua. Untuk Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bergerak cepat. Dicopot tuh semua guru yang diindikasikan terlibat, terutama kepala sekolahnya. Ombudsman DIY juga mampu bergerak cepat menginvestigasi kasus tersebut.

Sudah baca surat yang beredar dari orang tua siswi bersangkutan? Kalian yang punya anak, terutama anak perempuan, kalau ga tergerak hatinya sama sekali dengan perasaan orang tua maupun efek ke anak, berarti nuraninya telah mati. Makin ga bisa dimengerti, apa sih yang menjadikan para guru entah di SMA manapun yang memaksa siswi pake jilbab. Jika di sekolah swasta itu mangga, karena sistem swasta berbeda.

Apa guru-guru yang terlibat tidak punya anak perempuan atau bahkan tidak punya anak sama sekali? Coba bayangkan, siswi sampai berada di kamar mandi 1 jam. Tidakkah kalian berpikir bahwa tanggung jawab kalian hanya sebatas mendidik, memberi pengetahuan, mencerdaskan siswa bukan dengan cara memaksa.

Adakah tugas tambahan bahwa setiap guru harus menyelamatkan siswa siswinya dari api neraka? Enggak. Kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja sebab bukan pertama kali. Hampir tiap ajaran baru mengapa berulang? Meski beda sekolah. Apa para guru sekolah negeri ga baca berita atau medsos, melihat televisi bahwa memaksa siswi pake hijab adalah tindakan yang keliru. Memaknai permendikbud tentang relijiusitas siswa di laporan rutin pada kementerian, SMAN 1 Banguntapan menyodorkan foto siswa shalat, berdoa dan berbagai aktivitas ibadah.

Ada tugas besar dinegara ini terutama para pendidik. Memaknai religiusitas saja masih simbolis. Ya ampun, jika para pendidik saja pemahamannya cuma segitu, bagaimana dengan siswa didiknya? Ayolah, buka mata dan pikiran kalian para pendidik sekolah negeri. Menyelamatkan siswa siswi dari neraka bukan tanggung jawab kalian, utamanya tentang menutup aurat. Kalian pikir semua yang berhijab selamat dari dosa? Yakin mereka tidak ada yang berbuat kriminal?

Kalian yang mendewa-dewakan kostum adalah penyelamat masuk neraka, kenapa ketika putri Anies Baswedan menikah tanpa hijab kalian diam? Coba apa yang kalian lakukan. Datangi tuh, demo Anies dan sampaikan mengapa putrinya ga pake jilbab? Udah gitu masih kuliah sudah menikah. Kenapa diem? Kalau ane sih, ga masalah karena itu kehidupan dia. Semoga bagi para orang yang sentimen semua muslimah harus pake jilbab, kelak atau nanti memiliki anak, menantu atau cucu perempuan yang menolak pake jilbab biar tahu rasanya bertengkar tiap hari cuma gegara selembar kain doang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed