by

2 Remaja di Final US Open

Oleh: Prayitno W. Ramelan

Bagi penggemar olah raga, pasti kini tertarik menonton pertandingan tenis terbuka di Amerika yang telah mencapai babak final. US OPEN (USA Terbuka 2021) adalah edisi ke-141 dari turnamen dan berlangsung di Pusat Tenis Nasional USTA Billie Jean King di Flushing Meadows–Corona Park dari Queens di New York City, New York, Amerika Serikat. Turnamen ini adalah acara yang diselenggarakan oleh International Tennis Federation (ITF) dan merupakan bagian dari Tur ATP 2021 dan kalender Tur WTA 2021 di bawah kategori Grand Slam.

Suatu kejutan terjadi pada sesi pertandingan tenis babak final Grand SlamTenis US Open ini, khususnya pada partai women’s single. Yang bertanding adalah Emma Raducanu vs Leylah Fernandez. Ini partai final antara dua teenagers. Menarik, karena final grandslam itu sebetulnya bukan kelasnya para junior player, tapi kenyataannya mereka berdua sebagai pemain non unggulan sudah melewati dan menyingkirkan pemain lain yang lebih senior dan lebih tinggi ranking WTA nya dalam road to final US Open ini.

Fernandez (ranking 73 WTA) si pembunuh raksasa ini mampu mengalahkan juara bertahan, Naomi Osaka (ranking 3), Angelique Kerber (16), Elina Svitolina (5) dan Aryna Sabalenka (2).

Sementara Emma Raducanu (ranking 73 WTA) tak pernah kehilangan satu set pun hingga mengamankan tiket ke final grand slam pertamanya. Perjuangannya tidak kalah berat, gadis manis berwajah Asia ini mengalahkan Sorana Cirstea (ranking 45) dengan dua set langsung 6-3, 7-5, serta juara Olimpiade Tokyo, Belinda Bencic, di perempat final dan unggulan ke-17, Maria Sakkari di semifinal. Semuanya berhasil dilewati olehnya. Emma baru akan berulang tahun ke-19 pada 13 November mendatang.

Gadis manis ini menjadi petenis tunggal putri Inggris Raya pertama yang mencapai final turnamen tertinggi dalam 44 tahun terakhir. Walaupun kedua orang tuanya tidak dapat hadir, dukungan kepada Raducanu datang dari keluarga Kerajaan Inggris Raya melalui cuitan twitter istri Pangeran Williams, Kate Middleton . “What a great achievement at the US Open for Emma Raducanu. We will all support you tomorrow. Good luck”.

Daftar Juara Tunggal Putri US Open Sepuluh Tahun Terakhir
2020 – Naomi Osaka (Jepang) mengalahkan Victoria Azarenka (Belarus) 1-6 6-3 6-3. Naomi Osaka (22) menjuarai US Open guna mengangkat trofi untuk kedua kali dalam jangka waktu tiga tahun.
2019 – Bianca Andreescu (Kanada) mengalahkan Serena Williams (AS) 6-3 7-5
2018 – Naomi Osaka (Jepang) mengalahkan Serena Williams (AS) 6-2 6-4
2017 – Sloane Stephens (AS) mengalahkan Madison Keys (AS) 6-3 6-0
2016 – Angelique Kerber (Jerman) mengalahkan Karolina Pliskova (Ceko) 6-3 4-6 6-4
2015 – Flavia Pennetta (Italia) mengalahkan Roberta Vinci (Italia) 7-6(4) 6-2
2014 – Serena Williams (AS) mengalahkan Caroline Wozniacki (Denmark) 6-3 6-3
2013 – Serena Williams mengalahkan Victoria Azarenka (Belarus) 7-5 6-7(6) 6-1
2012 – Serena Williams mengalahkan Azarenka 6-2 2-6 7-5
2011 – Samantha Stosur (Australia) mengalahkan Serena Williams 6-2 6-3
Dua Finalis Puteri US Open 2021

Sepintas Biografi Emma dan Leyla
Emma Raducanu umurnya menjelang 19 tahun pada 13 November, lahir di Toronto, Canada. Ayahnya berasal dari Bucharest Rumania dan Ibunya asli dari Shenyang, China. Ayah – ibunya bertemu saat bekerja di Canada , kemudian beremigrasi ke Inggris, kini keluarga ini tinggal di Bromley, UK. Emma tercatat pemegang paspor Great Britain.

Sementara Leylah Fernandez berusia 19 tahun, lebih tua 2 bulan dari Emma, lahir di Montreal, Canada. Ayahnya berasal dari Quito, Ekuador, ibunya warganegara Canada keturunan Philipina. Keluarga ini tinggal di Florida, Amerika. Leylah sekeluarga tercatat pemegang paspor Canada.

Final tunggal putri US Open 2021 antara Leylah Fernandez dan Emma Raducanu digelar di Arthur Ashe Stadium, AS, pada Minggu (12/9/2021) pukul 03.00 WIB. Salah satu keajaiban dunia, final teenager keturunan dan bermuka Asia pembunuh raksasa ini akan berlaga memperebutkan hadiah uang yang fantastik untuk keduanya.

Pemenang meraih hadiah US$2,5 juta (Rp 35,6 miliar) dan yang kalah mendapat US$1,25 juta (Rp 17,8 miliar).

Melihat sosok mungil dan imut-imut Emma, terpikir oleh penulis, kapan Indonesia bisa mengirim wakil seperti mereka? Di bulutangkis kita bisa berjaya, semoga di tenis suatu saat juga bisa, Insya Allah.

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed