Ulama

Berlagak Jadi Ulama

ilustrasi

Wong yang pada belajar kimia, politeknik, biologi, psikologi, MIPA, FISIP, pertanian, peternakan, juga bisa belagak jadi ulama dan ngacir aja. Pokoknya khalayak kita mah masa bodo amat dengan disiplin ilmu, latar belakang pendidikan dan kapasitas keilmuan.

Malah ada yang modalnya cuma hafalan Quran doang, zikir-zikir doang, atau kalimat bijak doang, gitu aja tuh sudah jadi ulama kelas nasional. Asik kan?

Saat Ustadz YM dan TGB Chat Tentang Jokowi

ilustrasi

Dengan Kyai Ma'ruf, kesaksian saya lbh banyak lagi. Sulit bagi saya, menemukan cacat seorang Kyai Ma'ruf. Apalagi sampe begitu bodohnya dijadikan kendaraan dan dimanfaatkan.Kenapa gak positif saja? Bahwa inilah hadiah Allah atas gigihnya beliau berjuang untuk kemandirian dan kemajuan ekonomi ummat, syariah, dan industri halal.

KH Ma'ruf Amien Pelindung Kaum Minoritas

Ilustrasi

Pada saat itu, rumah KH Ma'ruf menjadi tempat perlindungan warga Tionghoa yang ketakutan akibat penjarahan. Saya ingat betul bahwa saya tinggal di rumah tersebut tiga hari lamanya. Kami semua diberi makan-minum secara cuma-cuma oleh beliau. Kala itu ibu (istri) KH Ma'ruf masih hidup. Saya ingat 'para pengungsi' yang menginap di rumah beliau dikasih makan dengan lauk telur.

Tragedi Keset, Ceramah Provokatif

Ilustrasi

Isi kajiannya menggiring opini, sarat fitnah, sebar hoaks, menakut-namkuti umat dan yang paling menyebalkan adalah sikap merasa jadi tuhan karena tidak pernah merasa keliru.

Yang ikut disitu hatinya makin kotor. Semakin lama ikutan malah semakin kotor. Boro-boro nambah ilmu, yang ada nambah berat timbangan dosa.

Mempertanyakan Kapasitas Tengku Zulkarnain Sebagai Ulama

Ilustrasi

Bagi saya seorang Tengku Zulkarnain hanya kerikil kecil yang nyelonong di kepengurusan MUI. Dia bukan batu sandungan besar. Karena kapasitas personalnya juga tidak pantas dikategorikan sebagai batu besar. Dia hanya kerikil kecil yang nyelip di sepatu perjalanan bangsa ini. Namanya kerikil meskipun kecil tak berarti terkadang mengganggu juga. Selayaknya kerikil kecil ini di tempatkan pada tempat yang seharusnya. Daripada mengganggu perjalanan kita sebagai sebuah bangsa.

Sekelompok Manusia Murahan

Ilustrasi

Bayangkan! Mereka yang hanya belajar sesaat dari buku-buku yang tak jelas sanadnya, memperdalam ilmu dari Yutub sambil mengunyah cemilan di atas dipan, membaca tulisan di google atau yang terpampang di dunia maya, dengan sebegitu mudahnya menjelek-jelekkan Ulama kita! Baca Qur'an saja belepotan, kok sebegitu pedenya mengumpat Ulama kita yang dari kecil nglesot di teras Kiyai untuk mengaji.

Pages