Ulama

Menjadi Ulama Itu Tidak Bisa Instan

Bapak pernah ngendika, seseorang bisa menjadi Ulama itu sangat lama
1. Mondoknya
Biasanya seorang Ulama menghabiskan masa kecil hingga remajanya di pesantren bertahun-tahun hingga benar-benar matang dan siap untuk 'disajikan' (ilmu yang ia dapat) di Masyarakat. 
2. Ngajinya
Seorang Ulama selain nyantri bertahun-tahun lamanya di pesantren, mereka pasti sudah mengkhatamkan Al-Qur'an, banyak kitab dan hadits. Sehingga durasi ngajinya di pesantren lebih lama dari santri-santri biasa.

Jokowi, Ulama dan Para Durjana

 

Ulama, gelar yg lazim disematkan kepada pemuka agama yg berilmu mumpuni, ternyata menurut Gusmus tidak sekedar tau ilmu agama, tapi ybs harus benar melakukannya, ditambah lagi ilmu-ilmu yg lain. Penyandang gelar ulama harus berwawasan kebangsaan, adil, merakyat, dan sosok tauladan buat keluarga dan orang lain, tuturan katanya bisa menyejukkan dan tidak memihak, netralitasnya harus lahir dari pikiran dan ucapan, menjauhan kepura-puraan yg menyesatkan.

Sebut Sandiaga sebagai Ulama, Hidayat Nurwahid Ketularan Rocky Gerung

Ini memang cuma akrobat intelektual.

Nah, Hidayat Nur Wahid yang biasanya literer dalam melihat persoalan, alhamdulilah, kini sudah berani keluar dengan definisi-definisi baru. Tentu saja ini bagus, sebagai latihan agar otak tidak butek.

Sayangnya definisi yang dimaksud hanya bertujuan melabeli seorang Sandiaga Uno. Ketika menafsir surat makna Al maidah 51, kenapa fikirannya tidak seterbuka ini?

Pilihlah Ulama Yang Lurus, Yang Tidak Bermain-main Dengan Ayat Suci Al Qur'an

"Kita masuk pd jaman dimana fitnah dianggap sbg kebenaran, dan agama dijadikan alat utk memecah belah ummat", Keluhnya dgn nada sedih. Lihatlah ulah org-orang yg mengaku ulama, tambahnya. Saya lalu bertanya, "Menurutmu ulama manakah yg harus diikuti?" Dia melihatku sambil tertawa, "saya bukan org yg layak dimintai rujukan," katanya. Jawab sj, menurut ilmu yg kau baca dikitab2 itu.

Siapa Anti Ulama?

Ia tewas bersama 57 santrinya -- 34 tewas bersama sang ulama dan 23 dibunuh di perjalanan menuju Takengon -- dalam pembantaian yang melibatkan ratusan aparat militer.

Teungku Bantaqiah, sang ulama, dituduh menyimpan ratusan pucuk senjata api -- tapi tak terbukti. Dan kekuasaan pun berbicara.

Pada tanggal 10 September 1984, Sersan Hermanu, seorang anggota Babinsa memasuki Masjid As Saadah di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tanpa melepas sepatu dan menghapus tulisan anti-pemerintah di majalah dinding masjid dengan air comberan.

Isu Baru Yang "Digoreng" Untuk Incumbent

Ilustrasi

Masuknya Ma’ruf Amin dalam pelataran politik perebutan kursi dalam derajat tertentu sama dengan ditunjuknya Ngabalin sebagai juru bicara khusus mengkonter komentar sinis yang dialamatkan ke Istana. Ma’ruf Amin diharapkan bisa mengerem muncratan ludah dari mulut bau para peceramah yang berteriak khilafah atau pernyataan “ kompor mleduk” kopar kapir. Atau setidaknya, memberi rasa sungkan kepada pihak-pihak yang menggunakan isu islam.

Pages