ujaran kebencian

Konflik Buton Ekses Ujaran Kebencian Pilpres

ilustrasi
Boleh jadi, konflik yang bermula dari konvoi motor oleh sekelompok pemuda tepat di hari lebaran itu adalah akumulasi dari rangkaian konflik-konflik sebelumnya. Konflik antar desa itu sudah sering terjadi dan saling berbalas serang, hingga sampailah di titik klimaks. Selain itu, isu etnis paling rentan di "goreng" oleh oknum-oknum yang menginginkan kedua kelompok sub etnis itu berkonflik.

Unggah Kebencian, Dosen Fanatik #02 Ditangkap

Postingan warga Jalan Margahayu, Buahbatu, Bandung, provinsi garis keras Jawa Barat itu sempat viral dan dikomentari netizen lainnya. Bahkan banyak yang mengingatkan agar tersangka segera menghapus postingannya untuk menghilangkan jejak. 

Namun dosen laknat berotak teroris yang akunnya dipenuhi kutipan ayat-ayat perang itu justru semakin sombong dan jumawa karena banyak komentar dari akun-akun bodong yang mendukung seruannya untuk membunuh polisi beserta keluarga mereka. 

Tiga Ibu-Ibu Pelaku Fitnah Keji Kepada Pemerintah Diamankan Polisi

ilustrasi

*I. IDENTITAS*
1). Nama : ENGQAY SUGIYANTI
Alamat : Kampung bakanmaja rt 01 rw 03 desa wancimekar kec kotabaru kab karawang
Ttl : karawang, 21-01-1970
Pek : wiraswasta

2). Nama : IKA PERANIKA
Alamat : Kp kalioyon rt 02 rw 03 desa wancimekar kec kotabaru karawang
Ttl : Karawang, 15-03-1974
Pek : ibu rumah tangga

Tinggalkan Khatib Yang Khotbah Tak Sesuai Ajaran Rasul

ilustrasi

 Hal ini sudah tidak bisa didiamkan dan kita sebagai muslim tidak mengambil tindakan. Ada beberapa level tindakan yang bisa dilakukan jamaah. Yang paling mudah ya tinggalkan ceramah serta ganti masjid. Namun jika anda memiliki lebih keberanian, setelah selesai sholat Jum’at tegur sang khatib atau protes kepada takmir masjid.

Hoax Dan Masa Depan Bangsa

ilustrasi

Semrawutnya media sosial kita bertambah ketika ada kalangan terpelajar, perpendidikan tinggi bahkan orang yang seharusnya menjadi panutan umat, terjerumus dan ikut menyebar atau membuat hoax. Benar kata seorang relawan anti hoax Indonesia, "Title tinggi tidak menjamin seseorang mampu melek literasi dan bebas dari hoax. Karena yang menyebar hoax, profesor banyak, bahkan ustadz pun banyak". Jadi tak heran lagi jika hoax banyak menyasar orang-orang bawah. Sebab junjungannya sendiri saja menyebar hoax.

Obrolan (Imajiner) Bersama Bang Rhoma tentang Politik Indonesia

Ilustrasi

"Ya sudah, coba ganti nuansa. Yang biasanya postingan anda selama ini bernuansa ujaran kebencian, hoax, dan fitnah, coba anda hentikan dan ganti dengan seruan perdamaian, stop saling hujat dan pertikaian, utamakan Keutuhan Bangsa dan sebagainya."

"Berarti saya mendadak harus jadi bijaksana? Saya yang memulai dan saya yang harus mengakhiri?"

Pages