TVOne

Fiksi ILC

Ilustrasi

ILC menyadari bahwa masyarakat secara realitasnya itu sangat gemar info/berita yang update, booming dan juga kontroversi. Sehingga, ILC dengan ragam kontroversinya baik itu dari narasumber atau bahkan sang hostnya (Karni Ilyas) yang dinilai berat sebelah bagi para Kecebong, adalah bagian mewujudkan apa yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri sekaligus mengais rejeki dari bisnis entertainment dengan kemasan politik didalamnya.

Karni Ilyas VS Mata Najwa

Ilustrasi

Karena mengutamakan drama, maka ILC tak peduli pd kualitas omongan dr narsum krn kadang2 kesimpulan Karni Ilyas pun tdk jelas, meskipun ada beberapa tanggapan, komentar, dan gagasan narsum sangat bagus. Sementara pd MN, sbg presenter yg mengarahkan narsum, Najwa Shihab menginginkan narsum menjawab lugas dan tak bertele2. memotong pembicaraan? iya itu perlu klo narsumnya berbicara terlalu panjang dan melebar. Bertanya ulang utk menegaskan? itu penting utk mendpt poin penting dr statemen.

Level Felix Siaw, Eggi Sujana, Al Khathath Memang Narasi Ustadz Abu Janda dan Deny Siregar

Ilustrasi

Dan terjadilah yang awam ini ikut-ikutan ngamuk dengan abu janda ( Permadi Heddy Setya ), ada pula yang mengaku paling berjasa dengan NU, padahal dia sendiri tak paham dengan NU. Seolah NU butuh manusia unyu2 yang baru baper overdosis agama ini, yang levelnya baru debat kusir dengan rekan kerja satu PT. Padahal kalau otaknya mau berfikir waras, justru kita-lah yang butuh NU, bukan NU yang butuh kita.

Membela Abu Janda dan Publik Speaking Yang Bagus

Ilustrasi

Orang yang pandai menulis, ternyata belum tentu pandai berbicara. Begitupun sebaliknya, orang yang pandai berbicara, belum tentu pandai menulis. Kita membutuhkan orang-orang moderat yang pandai menulis, sekaligus pandai berbicara. Sebab dakwah Islam dalam konteks sekarang ini mesti bervariasi dan multi-metode.

Antara Abu Janda, Felix Siauw dan Mahfud MD di ILC "212 Perlukah Reuni? "

Ilustrasi
Sampailah sahabat saya Banser Abu Janda menyampaikan argumentasinya. Awalnya saya semangat mendengarkannya. Dia berusa menskakmat koh Felix bahwa ada gambar di mana bendera merah putih di bawah bendera HTI. Kemudian membawa gambar yang mana itu di klaim sebagai Panji Rasulullah di museum Turki. Di situ saya sudah panas dingin, karena tidak ada yang tahu pasti bagaimana bendera Nabi Muhammad. Dalam riwayat, berbeda-beda Nabi Muhammad menggunakan bendera.

Pages