Transparansi

Open Kimono Ala Sandiaga

Ilustrasi

Jadi begini saudara, Open Kimono adalah memang frase dalam dunia bisnis yang sudah lama dipakai untuk menyimbolkan transparansi pengelolaan usaha. Sejak tahun 1990an sudah ada yang pakai. Sandi sebagai pelaku bisnis, tentu saja hafal di luar kepala istilah yang sering dipertukarkan dengan para koleganya, termasuk Open Kimono ini. Asal usulnya sendiri tidak jelas, bahkan diduga bukan orang Jepang yang membuatnya.

Anggaran Fantastis Gubernur Lamis

Ilustrasi

Salah satunya ialah anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dengan bilangan fantastis. Tak tanggung-tanggung, dana untuk TGUPP berjumlah Rp28,5 miliar, atau melonjak 12 kali lipat dari sebelumnya Rp2,35 miliar. Dana jumbo itu ialah konsekuensi dari penambahan personel TGUPP yang tadinya cuma 15 orang menjadi 73 orang.

Dana Kunker DPRD DKI Naik Gara-Gara Djarot?

Ilustrasi

Betul ada pergub baru, tapi itu tentang apa? Kenaikan tunjangan yg dibicarakan di sana adalah 7 jenis tunjangan rutin bulanan. Antara lain tunjangan transportasi dan rapat. Besarnya memang menggiurkan, tapi perlu diingat, tunjangan bulanan seperti ini tidak berhubungan dengan perjalanan dinas. Tentu pos dananya juga berbeda, bukan dari dana kunker.

Penuturan Aiman, Jurnalis Kompas TV Tentang Kejanggalan APBD DKI

Ilustrasi

Wawancara berujung sanksi

Mengapa saya tidak menghentikan serta merta kala itu? Saya menganggap ada hak publik untuk tahu soal kongkalikong anggaran Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta. Dan saat itu, Gubernur Ahok berjanji akan mengupas semua kebobrokan pembahasan yang diketahuinya.

Anies Memukul Angin

Ilustrasi

DPRD yang merasa punya kuasa, biasanya menahan pembahasan sampai akhirnya deadlock. Tapi pembangunan gak bisa berhenti meskipun proses anggarannya dipersulit oleh para penyamun politik. Makanya, Ahok memilih memaksimalkan jalur CSR. "Perusahaan-perusahaan itu sudah mengambil manfaat banyak dari rakyat. Masa diminta sedikit membantu rakyat aja gak mau," ujar Ahok suatu ketika.

Gimana Mau Move On

Ilustrasi

Mungkin horang kayah emang gitu ya...apa lagi kalau bukan keluar dari kantong sendiri, selera tinggi, ya mengalir enteng deh Rp.620 juta rupiah untuk sepetak kolam kecil demi menyejukkan pemandangan di depan mata orang-orang yang lupa bahwa mereka digaji rakyat untuk melayani rakyat, bukan bertahta a la Yudistira dan Arjuna (sik sik sik...dalange sopo?) zaman now.

Pages