toleransi

Mengoreksi Sikap Toleran Kita

Apa yang dilakukan Toto juga banyak dilakukan orang lain. Mereka muslim, membela dengan gigih hak saudaranya yang berbeda agama. Seperti juga Gusdur --tokoh NU-- yang berdiri kokoh memperjuangkan toleransi dan pluralisme di Indonesia. Apapun resikonya.

Ketika membaca kasus Toto, saya melihat banyak komentar. Tapi yang memuakkan komentar yang justru malah membenturkan agama. Bahkan menghina keyakinan Toto. 

Tanpa Menteri Agama yang Berani dan Konsisten, Negeri Ini akan Ambyar

Bagaimana dengan Menag Fahrul Razi ? Sebaliknya, dia langsung loyo dibabat kaum intoleran. Saya terkecoh, ternyata saya korban PHP. Bagaimana mungkin seorang menteri agama yang katanya menasbihkan dirinya sebagai Menteri Semua Agama di NKRI langsung loyo dan mengamini kesepakatan (yang sudah pasti penuh tekanan dan ancaman) dari kelompok masyarakat yang mengalahkan aturan negara dalam UUD 1945 ?

Pancasila, Toleransi dan Prestasi

Ada satu hal yang bersifat contoh dan teknis yang masih perlu didiskusikan dan menurut saya memang perlu diwacanakan serta dilaksanakan terus menerus, yaitu pentingnya diksi inovasi dan prestasi dalam pengarusutamaan nilai nilai Pancasila.  

Saat itu saya menjelaskan salah satu contoh aktivitas BPIP yang langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. BPIP memberikan apresiasi terhadap aktivitas pegiat kampung dan kehidupan gotong royong kampung yang kreatif dan inovatif. 

Toleran Pada Intolarensi

 

Kesempurnaan dalam persepsi masing-masing, membuat semua sektor jalan padat merayap. Ketika secara teknis India menjadi industri film terbesar dunia, mengalahkan Hollywood, kita baru tahu bagaimana keras-kepala, dan persistennya India. Bikin film apa saja, lindungi negara dari Hollywood. Sementara kaum nyinyir Indonesia ribut, film kok kek gitu mulu? Hanya karena perubahan teknologi dan hadirnya anak-anak muda a-historis, lahirlah warna baru film kita lewat jalurnya sendiri.

Harapan Ada Di Pundakmu Pak Jokowi

Ilustrasi

Kita tidak boleh yakin bahwa pencarian spiritualitas berhenti dengan hadirnya sejumlah kitab suci. Juga, adalah komedi paripurna jika mengira bahwa tafsir atas kita-kitab suci tersebut telah bersifat final. Sebab tak ada yang bersifat final selama fajar masih menyingsing tadi dan esok pagi. Kebaruan selalu niscaya. Saya bahkan berharap pada suatu saat, entah kapan, manusia tidak lagi bergantung kepada perintah-perintah dalam Injil.

Pesan Buya Syafii Maarif untuk KH Ma'ruf Amin

 

Berdasarkan info dari pihak pimpinan PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta dan dari kepolisian, Senin, 15 Oktober 2018 pukul 12.30-13.00, cawapres KH Ma’ruf Amin akan menemui saya di Nogotirto bersama tim kampanye yang mendampinginya.

Sekalipun saya bersikap kritis atas proses pencalonannya sebagai cawapres, terhadap tamu menurut ajaran Islam dan kultur Indonesia, kedatangannya harus diterima dengan sebaik-baiknya.

Pages