toleransi

Pesan Buya Syafii Maarif untuk KH Ma'ruf Amin

 

Berdasarkan info dari pihak pimpinan PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta dan dari kepolisian, Senin, 15 Oktober 2018 pukul 12.30-13.00, cawapres KH Ma’ruf Amin akan menemui saya di Nogotirto bersama tim kampanye yang mendampinginya.

Sekalipun saya bersikap kritis atas proses pencalonannya sebagai cawapres, terhadap tamu menurut ajaran Islam dan kultur Indonesia, kedatangannya harus diterima dengan sebaik-baiknya.

Laoudspeaker Masjid Terlalu Keras, Perlukah di Kecilkan?

Bagaimana cara muslim menunjukkan empati terhadap sesama yg lagi sakit? Masak mendoakannya segera sembuh tapi sambil menyiksa perasaannya? Tentu muslim musti paham kalau orang sakit itu butuh kenyamanan. Yang sehat saja butuh kenyamanan apalagi yang sakit. Betul, tidak? Di tivi sudah ada azan. Di radio sdh ada azan. Hape saja bisa dimasukin azan. Ya masak masih kurang. Ga usah terlalu kencang loudspeakernya, lah. Jaman dulu Rasulullah dan sahabat kalau azan juga ga pake loudspeaker.

Apa Agama Pilot?

 

Dalam suatu penerbangan malam ke Cengkareng dari Denpasar bulan Januari lalu, pesawat mendarat di tengah hujan lebat setelah sebelumnya putar-putar di langit berawan tebal karena bandara tidak aman untuk didarati. Situasi sangat mencekam. Belum pernah saya merasakan keringat dingin getir seperti itu. Ternyata saya juga takut mati, walau selalu pasrah. Di sekeliling saya sebagian besar penumpang memejamkan mata. Dari gerak tangan, banyak yang tampak berdoa. Nama ALLAH juga disebut-sebut.

Maka Menagislah Kamu Indonesia

Ilustrasi

Jangankan berelasi terhadap agama berbeda, di kalangan sendiri kita gemar menegasikan kelompok lain. Tak muncul dari kita keberanian untuk mengaku bahwa tindak kekerasan atas nama Tuhan adalah keniscayaan tafsir dalam agama mana pun yang tak bisa disangkal. Kita perlu dengan rendah hati menerima kenyataan, menjadikan itu tanggungjawab komunal.

Senjakala Kedamaian Jogjakarta?

Ilustrasi

Pejah gesang melu Sultan. Adalah teriakan ketika Sultan tunjuk siapa partai yang dipilihnya. Tak heran jika Golkar terus mendominasi Jogya selama puluhan tahun. Dalam benak masyarakat Jogya, adalah keberkahan batin mempunyai seorang Sultan. Suasana kebatinan menyebabkan masyarakat Jogya lebih lentur dalam menerima cobaan. Mengalah dan mengalah pada kekuatan yang makin lama makin menjajah, termasuk radikalisme yang jahiliyah.

Pages