toleransi

Toleran Pada Intolarensi

 

Kesempurnaan dalam persepsi masing-masing, membuat semua sektor jalan padat merayap. Ketika secara teknis India menjadi industri film terbesar dunia, mengalahkan Hollywood, kita baru tahu bagaimana keras-kepala, dan persistennya India. Bikin film apa saja, lindungi negara dari Hollywood. Sementara kaum nyinyir Indonesia ribut, film kok kek gitu mulu? Hanya karena perubahan teknologi dan hadirnya anak-anak muda a-historis, lahirlah warna baru film kita lewat jalurnya sendiri.

Harapan Ada Di Pundakmu Pak Jokowi

Ilustrasi

Kita tidak boleh yakin bahwa pencarian spiritualitas berhenti dengan hadirnya sejumlah kitab suci. Juga, adalah komedi paripurna jika mengira bahwa tafsir atas kita-kitab suci tersebut telah bersifat final. Sebab tak ada yang bersifat final selama fajar masih menyingsing tadi dan esok pagi. Kebaruan selalu niscaya. Saya bahkan berharap pada suatu saat, entah kapan, manusia tidak lagi bergantung kepada perintah-perintah dalam Injil.

Pesan Buya Syafii Maarif untuk KH Ma'ruf Amin

 

Berdasarkan info dari pihak pimpinan PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta dan dari kepolisian, Senin, 15 Oktober 2018 pukul 12.30-13.00, cawapres KH Ma’ruf Amin akan menemui saya di Nogotirto bersama tim kampanye yang mendampinginya.

Sekalipun saya bersikap kritis atas proses pencalonannya sebagai cawapres, terhadap tamu menurut ajaran Islam dan kultur Indonesia, kedatangannya harus diterima dengan sebaik-baiknya.

Laoudspeaker Masjid Terlalu Keras, Perlukah di Kecilkan?

Bagaimana cara muslim menunjukkan empati terhadap sesama yg lagi sakit? Masak mendoakannya segera sembuh tapi sambil menyiksa perasaannya? Tentu muslim musti paham kalau orang sakit itu butuh kenyamanan. Yang sehat saja butuh kenyamanan apalagi yang sakit. Betul, tidak? Di tivi sudah ada azan. Di radio sdh ada azan. Hape saja bisa dimasukin azan. Ya masak masih kurang. Ga usah terlalu kencang loudspeakernya, lah. Jaman dulu Rasulullah dan sahabat kalau azan juga ga pake loudspeaker.

Pages