Toleran

Negeri Tanpa Dendam

Ilustrasi

Ketika ditanya apakah ia masih menyimpan dendam dan kemarahan atas semua kekerasan, penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan rezim dan lawan politiknya, dengan tenang ia menjawab, ”Memang ada rasa marah, bahkan takut karena kehilangan kebebasan sekian lama. Namun, jika saya melangkahkan kaki keluar dari penjara dan tetap menyimpan dendam, itu berarti saya masih terpenjara oleh mereka.

Saat Pimpinan Umat Beragama Saling Silaturrahim

Ilustrasi

Ajakan Pak Fatquri membuat saya terkenang. Saat masih remaja saya tinggal di rumah adik dari bapak. Bulik kerap mengajak saya kunjungan kesana-kemari, itu menjadi pelajaran yang sangat baik dalam bersosial. Hal-hal tersebut menjadi pengingat bahwa kita bukan apa-apa tanpa siapa-siapa.

Kebencian Sebabkan Suriah Hancur

Ilustrasi

Mungkin kamu seperti berhenti bernafas saat membaca kejamnya militan "Islamic State" di Irak dan Syiria. Ulama dipenggal, pilot dibakar, wartawan dilibas, lelaki diburu, perempuan disiksa tak berharga, pusat perpustakaan dunia Islam di Bagjdad dan pusat kebudayaan dimusnahkan. Mereka mengibarkan bendera tauhid meneriakkan takbir. Ada orang Indonesia yang terpesona, membela, bahkan ratusan berbaiat, berangkat jihad untuk mereka. Apa ujungnya?

Narasi Islam Inklusif

Ilustrasi

Meski membeli buku-buku itu dan menyaksikan gelombang pasang fundamentalisme Islam, minat saya lebih kuat ke kajian ekonomi politik. Saya pernah intens mempelajari marxisme dan mendalami pemikiran Jalan Ketiga-nya Anthony Giddens. Saya pernah hendak menulis skripsi tentang teori strukturasi-nya Anthony Giddens, tetapi kemudian belok melihat hal yang lebih dasar yaitu ruang aplikasi bagi segala teori itu: negara.

Sewindu KH Abdurrahman Wahid

Ilustrasi

Gus Dur adalah satu-satunya Presiden dari sejarah Indonesia sebagai Presiden dengan predikat sebagai Ulama. Gus Dur mengajarkan kepada kita betapa pentingnya harga diri sebagai pemimpin untuk memakmurkan bangsanya. Gus Dur itu bagaikan Bambu. Lentur terhadap sesama manusia. Bahkan Gus Dur bisa memanusiakan manusia tanpa memandang ras,suku, dan agama. Siapapun kaum minoritas dan yang tertindas yang datang kepada Gus Dur, beliau siap pasang badan.

Pages