Toleran

Toleran, Buah Perjalanan Panjang Mengaji

Baru ketika SMA saya kalau keluar rumah mulai pakai baju lebih rapat dengan kerudung segi empat yang dilipat jadi segitiga kemudian dikasih peniti. kelau ke sekolah, saya pakai jaket dan berkerudung. Kemudian di sekolah tetap patuh dengan aturan seragam sekolah. Bajunya lengan pendek dan rok selutut. Baru di akhir kelas 2 saya full pakai kerudung di sekolah dan di luar sekolah, sampai sekarang. Namun bukan itu yang mau saya sampaikan.

Mengoreksi Sikap Toleran Kita

Apa yang dilakukan Toto juga banyak dilakukan orang lain. Mereka muslim, membela dengan gigih hak saudaranya yang berbeda agama. Seperti juga Gusdur --tokoh NU-- yang berdiri kokoh memperjuangkan toleransi dan pluralisme di Indonesia. Apapun resikonya.

Ketika membaca kasus Toto, saya melihat banyak komentar. Tapi yang memuakkan komentar yang justru malah membenturkan agama. Bahkan menghina keyakinan Toto. 

Saat Medali Ramon Magsaysay Gus Dur Kembali

ilustrasi

Pada kesempatan itu, Mbak Alissa yang selama ini menjadi Koordinator Jaringan GUSDURian Indonesia mengajak para hadirin untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan Gus Dur di tengah maraknya intoleransi dan politisasi agama yang sangat memecah belat. Menurutnya, GUSDURian ibarat sapu lidi yang akan kuat dan kokoh jika terikat dan bergerak bersama-sama.

Waliyullah Itu Bernama KH Abdurrahman Wahid

ilustrasi
Kedua, tahukah kamu bahwa makam-makam para Waliyullah ini memberikan banyak pelajaran bagi kita yang mau berpikir, mengaji dan mengkaji? Makam, seperti kuburan pada umumnya, harusnya bisa memberikan pelajaran pada kita semua, pengingat pada kita semua, bahwa kita semua akan mati. Sesholeh apa pun kita, se’alim apa pun kita, sebaik apa pun kita, pasti mati, pasti menghadap Gusti Allah.

Pages