Toleran

Tentang Isa, Maria dan Al Maidah

Ilustrasi

Saya suka tulisan-tulisan Nurcholis. Segenap sengkarut terasa sederhana ketika dipapar melalui tulisan dengan gaya bahasa sehari-hari. Apalagi beberapa tulisan di buku itu adalah transkrip pidato, paparan lisan, dan pengajaran di kelas. Alirannya enak diikuti, nyaman melegakan jika Anda bersedia membiarkan diri hanyut tanpa kecurigaan apa-apa.

Felix Siuaw, Muallaf yang Melampaui Batas

Ilustrasi

Felix Siauw adalah salah satu muallaf itu. Orang yang baru saja pindah agama dengan segala keterbatasan ilmunya. Ia murtad dari agama sebelumnya, dengan embel-embel telah mendapat pencerahan. Esok, bisa jadi ia pindah agama lagi jika mendapat pencerahan baru. Orang yang tidak memiliki kesetiaan beragama ini kemudian dijadikan jargon pemurnian agama. Seorang muallaf pendobrak. Ia menyalahkan pendiri bangsa, para ulama Aswaja. Mempertanyakan nasionalisme dan keislaman moderat.

Pak Din, Soal Vatikan Itu Begini

Ilustrasi
Pertama: Anda menyebut bahwa Umat Katolik patuh pada Vatikan. Saya tegaskan bahwa umat Katolik TIDAK PATUH PADA VATIKAN TETAPI PADA SRI PAUS SEBEGAI PEMIMPIN UMAT KATOLIK SELURUH DUNIA. Vatikan itu “kebetulan” menjadi tempat atau pusat agama Katolik dimana Santo Bapak berkedudukan di sana. Bahwa kemudian pilihannya Vatikan-Roma itu tentuk terkait dengan sejarah panjang perkembangan agama Katolik di Roma yang berhubungan dengan Dekrit Milano saat itu.

Islam Itu Toleran

Seorang sahabat muslim bertanya kepada saya “ Apakah orang sebaik itu kelak akan masuk sorga? Karena sayang sekali dia bukan muslim, tentu amalannya akan sia sia.”. Saya katakan bahwa jangankan dia , untuk diri kita yang islam saja kita tidak tahu apakah kita akan masuk sorga. Mengapa ? karena sorga itu hak Allah. Walau Allah telah menjanjikan sorga namun kita tidak bisa memaksa dengan amalan dan ibadah kita itu Allah wajib menempatkan kita ke sorga. Agama bukan media transaksional di hadapan Tuhan.

Membela Marwah Kyai-Kyai Nahdlatul Ulama

Ilustrasi

Sebagai seorang ulama yang tidak saja alim, tetapi juga arif dan wara', saya yakin KH. Ma'ruf Amin tidak akan melibatkan massa dan para santrinya dalam masalah ini. Beliau pasti akan mencegah ummat melakukan gerakan massa untuk membelanya atas nama apapun. Karena tidakan seperti ini tidak saja mengganggu dan merusak hukum yang telah menjadi kesepakatan bersama, tetapi juga beresiko menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.

Pages