Tolak

Beneran Gugatan Ke MK Mencari Keadilan?

ilustrasi

Kalau sudah tahu tidak adil dan kalian memang bener2 pengen keadilan itu musti ditegakkan, kenapa kalian ga teriak2 menuntut Prabowo diadili juga? Coba deh pikir baik2. Apa bener kalian itu memang lagi nyari keadilan? Kok kalian diem aja lihat Prabowo bisa bebas jalan2 ke luar negeri, sementara Ratna Sarumpaet musti menanggung derita sendirian? Hati nurani kalian ditaruh dimana kok kayaknya ga ada sedikitpun kelihatan peduli soal peri kemanusiaan dan perikeadilan?

TPS, Tusuk Prabowo Sandi Atau Tolak Prabowo Sandi

ilustrasi

Pertama, Kampanye Terbuka Konser Putih Bersatu memang benar-benar berhasil memutihkan Gelora Bung Karno dengan lautan massa yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada kampanye Prabowo di tempat yang sama beberapa hari sebelumnya.

Kedua, Debat Capres/Cawapres pamungkas yang baru saja berakhir beberapa jam yang lalu di Hotel Sultan kembali membuktikan bahwa 01 bukanlah lawan seimbang bagi 02.

Perda Syariah

Ilustrasi

PSI bisa dengan gemebyar bersorak kemenangan bagi Jokowi sambil di bagian lain berhadap-hadapan gigih dengan PPP dan PKB soal perda syariah, soal UU Penistaan Agama, dan lain-lain yang serba sakral itu. Jangan terlampau cepat menuduh PSI menderita kepribadian ganda. Yang menetapkan bahwa peminum AQUA gak mungkin minum Teh Botol itu kamu. Kalau terdapat milyaran persilangan, premismu yang memang acak-adul.

Penolakan Yeni, Signal Prabowo Tak Layak Capres?

Ilustrasi
Ketiga, Salah pilih di Jakarta. Paska terpilihnya Anies – Sandi di Jakarta bukannya menguntungkan malah merugikan partai. Lihat saja sejak dilantik sampai saat ini polemik terus menerus terjadi. Mulai dari hal sepele administrative hingga hal-hal yang substansial yang jelas-jelas nir keadilan. Kita tahu soal salah kostum, penghapusan video rapat gubernur, kantor gubernur ditutup tirai, pengalihan pengaduan dari gubernur ke tingkat kelurahan.

Pesan Gus Dur dalam Pernyataan Yeni Wahid Saat Tolak Pinangan Gerindra

Ilustrasi
Lalu pilihan kata “punya tugas sejarah menjaga bangsa”, dapat diinterpretasikan sebagai tugas penting nan mulia. Bukankah Prabowo pernah jadi Danjen Kopassus? Bukankah dia Capres 3 kali? Bukankah sejak Gerindra berdiri, dia menjadi pengambil kebijakan penting di Partai berlambang kepala burung Garuda?  Berbicara tentang tugas menjaga bangsa kan mestinya tugas kita bersama, apalagi bagi Prabowo. Sebagai mantan tentara tentu tak perlu diajari bagaimana “menjaga bangsa”.
 

Pages