Tokoh

Tentang Aksi 22 Mei

ilustrasi
Juga jangan aneh jika pekik-pekik takbir dipolitisir dan disalah-fungsikan bersamaan dengan pekik-pekik caci-mami terhadap TNI dan Polri. Sebetulnya apa yang terjadi belum seberapa. Sebab aksi 22 Mei tersebut tidak dikomandoi langsung oleh para tokohnya: Habib Rizieq Shihab, Al-Khattath, KH. Abdullah Gymnastiar, Sobri Lubis, Haikal Hasan, Neno Warisman dan tokoh lain sejenisnya.

Mendalami Ilmu Dan Berperilaku

ilustrasi

Keberadaan makam adalah salah satu bukti dari rantai keilmuan. Lha kalo ziarah kubur diilangi, bahkan yg ekstrem dibom karena takut musyrik, bagaimana kalo nama2 yg di klaim sebagai pensahih itu fiktif belaka? Atau dimodifikasi untuk kepentingan tertentu? Sebuah paradoks ketika kaum pemurni selalu bilang jangan taklid buta, tapi mereka sendiri sangat taklid buta. Suruh nunjukin makam gurunya aja tak bisa.

Menelisik Kiprah dan Dedikasi Erik Tohir

Ilustrasi

Pendidikan sarjana diperoleh dari Glendale University, kemudian ia melanjutkan program master administrasi bisnis dari Universitas Nasional California dan lulus tahun 1993. Sekembalinya ke Indonesia, ia tidak bekerja di kantor ayahnya, tetapi mendirikan perusahaan bernama Mahaka Group bersama Wisnu Wardhana dan R. Hary Zulnardy.

Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Pages