TNI

TNI Siap Berjihad Demi NKRI

REDAKSIINDONESIA-Panglima TNI, Jenderal Gatot Numantyo, mengajak seluruh peserta unjuk rasa damai aksi Bela Islam jilid III, yang akan berlangsung pada Jumat, 2 Desember 2016, agar tertib sesuai dengan aturan.

Namun, Gatot menegaskan bila ada insiden tidak diinginkan, pihaknya siap mempertahankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari seluruh ancaman yang muncul.

Gunakan SARA sebagai Alat Politik, Berhadapan dengan Polri dan TNI

 

Oleh : Muhammad AS Hikam

Setelah Kapolri, Jenderal M. Tito Karnavian (MTK), kini disusul oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (GN), memberikan statemen yang sama tegasnya dialamatkan kepada pihak-pihak yang menggunakan issu SARA jelang Pilkada di DKI, khususnya demo 4 November yad. Kedua petinggi alat negara tsb menyatakan bahwa demo adalah hak tetapi tidak untuk menyebarluaskan kebencian dan politik berdasarkan SARA. Keduanya menyerukan agar semua pihak mengikuti proses hukum dan tidak memaksakan kehendak.

Pak Jokowi, Kita Dalam Bahaya

Oleh: Denny Siregar
 

Pakde Jokowi, kita dalam bahaya..

Keutuhan bangsa kita sedang dirusak oleh kaum2 intoleran yg memakai baju ormas, suku dan agama. Mereka selalu bersembunyi di balik kata "pelecehan" tapi sebenarnya mereka punya agenda. Mereka membangun kebanggaan kelompok dan menebalkan perbedaan. Mereka membangun komunitas berakal lemah, karena hanya yg lemah akalnya-lah yang bisa mereka cuci otaknya.

Negara-Negara Ini Kagumi Kiprah TNI

REDAKSIINDONESIA-Kiprah Tentara Nasional Indonesia (TNI) rupanya menarik perhatian banyak negara di dunia. Salah satunya Prancis. Mereka tak segan memuji TNI sebagai pasukan terbaik dan pernah bertugas bersama di medan konflik.

"Indobatt adalah Kontingen yang tangguh, tidak dapat dipandang sebelah mata," begitu kata Komandan Batalyon Prancis di Lebanon, Captain Hugo Martin, demikian siaran pers dari Puspen TNI yang diterima  Senin (30/5).

TNI Dan Polri Siap Bebaskan WNI, Tetapi Hormati Konstitusi Filipina

REDAKSIINDONESIA-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi secara terus-menerus telah memantau perkembangan penyanderaan terhadap 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) oleh salah satu kelompok sparatis di Filipina.

Ia menegaskan, pemerintah siap mengirimkan pasukan TNI dan Polri untuk membebaskan mereka, jika Filipina tidak bisa segera menyelesaikan masalah penyanderaan WNI itu.

Pages