tionghoa

Mata Sipit

 

Asvi Warman Adam (2010) dengan tegas mengkritisi penghilangan kontribusi etnik Tionghoa dalam layar sejarah bangsa ini. Sejarah etnik Tionghoa di Indonesia bukan hanya berkutat pada sejarah "candu" yang selama ini sering di-blowup. Selama ini hanya diajarkan bahwa "pembentuk" sejarah dan budaya bangsa ini hanyalah budaya India (Hindu-Budha), Arab (Islam) dan Eropa (Kristen) yang mempengaruhi budaya lokal.

Apakah Hanya Etnis China Yang Buruk?

Ilustrasi

Mereka bilang, orang Cina suka memeras. Saya pernah dengar ada orang Cina seperti itu tapi saya tahu ada juga orang dari ras dan suku lain yang begitu.

Mereka bilang, orang Cina tidak suka berbaur. Memang ada orang Cina yang saya kenal yang tidak suka berbaur. Juga orang dari suku dan ras lain yang begitu.

Mengenang Keteladanan Gus Dur

Ilustrasi

Bagi saya, Gus Dur adalah puncak teladan kemanusiaan (Al-Insaaniyyah) seorang manusia kepada Tuhannya. Gus Dur memang konsisten membela manusia yang dizalimi, sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan. Kelompok agama dan kepercayaan minoritas, oleh Gus Dur diterima dan diperlakukan secara sederajat. Dipenuhi hak-hak hidup berwarga-negaranya. Di antaranya saudara-saudara kita yang beragama Konghucu, Ahmadiyah, Syiah dan lain sebagainya.

Pages