TGB

Jokowi VS (dan?) Fundalisme

Ilustrasi

Opinion formation akan berlangsung jauh lebih cepat jika gerakan ini memiliki beberapa super agent. Mengalirkan status, ciapan, celoteh, rekaman video, para super agent ke timeline calon agen adalah cara terampuh untuk memendek waktu pertumbuhan. Dengan itu pesan yang dialirkan bisa bernarasi terbuka, langsung ke tujuan, dan dengan cepat membangun keserempakan.

TGB Calon Wapres Jokowi

Ilustrasi

Hanya Anies dan Gatot yang bisa mengobati sakitnya tendangan telak pemilih rasional di batok kepala PKS. Saat ini PKS mendapat tekanan keras baik dikubu internal mereka yang mulai menyalahkan Mardani sebagai terlalu kegenitan mengkampanyekan 2019 ganti presiden tanpa platform yang jelas. Anies dan Gatot bisa menjadi viagra bagi PKS untuk menegakkan kembali syahwat politiknya yang nyaris impoten dengan mengusung isu agama.

Tuan Guru Bajang Dan Uniknya Dunia Cebong

Ilustrasi

Lihat saja komentar miring terhadap TGB, yang lucunya komentar miring itu dulunya dilontarkan oleh barisa yang dulunya kerap memujinya. Misalnya Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang kemudian mencoret dari daftar calon presiden yang direkomendasikan oleh organisasi alumni aksi 212 ini, setelah menyatakan dukungan kepada Joko Widodo.

TGB Dan Tagar Ganti Sempak

Ilustrasi

Perkara aqidah itu relatif hitam putih, tidak ada banyak kelenturan disana. Sedangkan politik itu perkara yang abu-abu, diselingi dengan warna-warninya, kadang diselingin dengan pragmatisme, koalisi yang amat cair, disana tegang, disini senang, atau sebaliknya. Tidak sepantasnya menghukumi perkara pilihan politik seperti ini dengan jotosan, "Jangan gadaikan Aqidahmu". Ini tentu sangat berlebihan, dan hanya kaum takfiri, kaum yang mudah mengkafirkan orang, yang melakukannya.

TGB

Ilustrasi

Tapi lucunya saya malah banyak melacak cerita pernikahannya. Soalnya kakeknya dikenal punya banyak istri, jadi sebel juga kalau tradisi ini juga diwariskan. Tuan guru bajang kabarnya ‘dijodohkan’ dengan putri cantik pimpinan pesantren As Syafiiyah Jakarta, Rabiatul Adawiyah. Pernikahan ini didorong keinginan kedua keluarga pesantren besar ini untuk mewariskan ilmu dan keturunan yang baik.

Dukung TGB Tapi Bukan Gitu Caranya

Ilustrasi

Dorongan untuk menaikkan nama beliau di pentas nasional, haruslah dilakukan dengan bermartabat, dan sesuai etika dan realitas politik yang ada. Inilah cara mendorong yang lebih pas dan masuk akal bagi saya. Bukan mendorongnya melalui cara-cara yang justru membuatnya "jatuh", memasukkan orang ke lubang yang menganga di depan.

Makna Nasionalisme Ala TGB

Ilustrasi

Dalam suatu kesempatan Tuan Guru baru - baru ini mengatakan bahwa Nasionalisme dan Islam dapat berjalan beriringan. tidaklah sama Nasionalisme yang didapat di jazirah arab sana dengan nasionalisme yang muncul dari spirit syuhada dan Ulama di tanah air kita. Nasionalisme di tanah arab adalah diberikan oleh para penjajah. dengan tujuan memecah belah jazirah arab.

Pages