terorisme

Sang Pemberani

Ilustrasi

Ridlwan menjelaskan, sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018, Afghanistan terus diguncang aksi terorisme. Serangan dilakukan oleh dua kelompok yaitu ISIS dan Mujahiddin Taliban .

"Serangan Taliban dilakukan di kota Ghazni, Kandahar, Gardez, Paktia, Ghor dan bulan ini Taliban menyerang Kabul, dalam teori keamanan situasinya merah, sangat berbahaya," ujarnya.

Membedah Dana dan Jaringan ISIS

Ilustrasi

√ 3. Pertanyaannya: Mengapa Danai Teroris??
Sejak 30 tahun lalu, memang AS & Arab Saudi yang danai Al-Qaeda untuk lawan Soviet di Afghanistan. Setelah Soviet bangkrut, militan2 didikan CIA itu dipakai untuk menjatuhkan lawan2 politik Kerajaan Saud. Hal ini juga diungkapkan oleh Hillary Clinton dalam rekaman video di CNN.

Deradikalisasi Pemahaman Al Qur'an dan Hadits

Ilustrasi

Saya pun bersyukur, sampai hari ini masih senang mengaji kitab kuning--meskipun suka mengantuk dan tertidur pula. Hehe. Mengaji kitab kuning menjadi penting agar kita tidak keliru dalam memilih orang yang akan kita jadikan panutan sebagai ulama. Jangan hanya karena orang tersebut Mualaf, baru hafal satu-dua ayat Al-Qur'an dan hadis, berjubah, berjenggot, berjidat hitam, lalu pandai bicara, dengan gampangnya dianggap ulama panutan. Awas, ini berbahaya.

Membela Islam dari Siapa?

Tahanan

Strategi mereka memang selalu cari musuh. Musuh itu dipentingkan untuk menakut-nakuti umat Islam. Makanya dimana-mana selalu sama langkahnya : menciptakan isu bahwa Islam sedang dinistakan, Islam sedan didzalimi. Islam sedang dikoyak-koyak. Padahal ini cuma urusan razia HP di tahanan. Hukum memang melarang tahanan membawa HP.

Asal Bawa Nama Islam

Ilustrasi

Mereka pasang status sumringah jika ada teroris mengebom polisi katanya walaupun membunuh tapi pro pada islam, Kitabullah, dan sunnah katanya

Mereka inipun merasa selalu “Harus” melindungi siapapun asal segolongan dengan mereka, sebagai dakwah yang benar dan menghargai yang seiman katanya, tapi tak bisa legowo kepada sesama saudara sebangsa yang membawa islam yang damai

Jika Anak Terpapar Terorisme

Saat anak mulai membicarakan tentang terorisme, orangtua perlu menanyakan apa saja yang sudah ia ketahui tentang konsep ini. Anastasia Satriyo, MPsi., psikolog anak dan co-founder TigaGenerasi, mengungkapkan, penting sekali untuk membicarakan berbagai isu kehidupan yang kompleks seperti terorisme dengan mengikuti level pemahaman anak.

Anak Tangga Terorisme

 

Pertama adalah perasaan bahwa cara beragamanyalah yang paling benar. Perasaan ini melahirkan pandangan bahwa yang berbeda cara dengannya jelas salah. Lahirlah sikap beragana yang tinggi hati.

Ini adalah step paling awal menuju pemahaman radikal. Baginya dunia cuma terbagi menjadi dua : muslim atau kafir. Pada sesama muslim, juga dibelah lagi muslim yang sama atau yang berbeda pandangan. Jika berbeda dianggap musuh. Jadi dia cuma memandang dirinya benar yang lain salah.

Pages