Teroris

Belajar Dari Marawi, ISIS Berada Didepan Beranda Kita

ilustrasi

Sederhananya, sebelum invasi kota, ISIS sendiri sudah berkembang di dalam melalui sel tidur, para penyusup penghianat yang membuka gerbang penyerangan.

Karenanya, baik Filipina dan terutama pemerintah Indonesia tidak bisa memandang ISIS sebagai ekstrimis gerilya ala FARC Kolombia, karena jelas sangat berbeda.

Dukaku Untuk Saudaraku Sri Lanka

ilustrasi

Tujuan mereka menemui nabi adalah untuk membuat perjanjian dengan nabi. Nabi begitu menghormati mereka. Bahkan ketika waktu kebaktian tiba, nabi mengizinkan mereka melaksanakannya di dalam masjid dengan menghadap ke timur.

Selama di Madinah, mereka tinggal bersama nabi di Masjid Nabawi dan memberi perlindungan bagi para pengikut Kristen Najran tersebut.

Pelajaran Dari Teror Sri Lanka

ilustrasi

Terlepas dari siapa dan pihak mana yang berada dibalik serangan terror Sri Lanka, banyak pakar melihat bahwa kalau melihat taktik yang digunakan bisa diketahui kalau itu terinspirasi ISIS. Taktik yang dimaksud adalah bom bunuh diri yang secara eksplisit menyasar kalangan sipil, yang didesain untuk menciptakan terror maksimum untuk efek yang maksimum juga, seperti bom Manchester arena dan serangan London Bridge.

Siapa Melakukan Teror Sri Lanka?

ilustrasi

Tapi menurut banyak pihak yg di curigai melakukan aksi serangan ini adalah NTJ (National Thowheed Jamath) yg merupakan kelompok muslim radikal dari etnis Tamil, karena kelompok ini sebelumnya juga pernah merusak banyak patung Buddha selain itu mereka juga mengancam akan melakukan serangan Bom yg menyasar umat agama lainnya.

PUBG, Pemilu Dan NU

ilustrasi

Terakhir mereka menembak Organisasi Nahdlatul Ulama, Mulai dari menghina Kyai dan Ulama, melangkahi makam pendiri NU, mencemooh banser, sampai hastag - hastag untuk melemahkan NU, namun ujung-ujungnya menyebarkan konten dengan logo NU catutan atau berpakaian ala Ansor untuk mendapatkan simpati Nahdliyin. Terakhir mereka sampai mengakui bahwa Hari santri diusulkan oleh salah satu petinggi partai mereka.

Belajar dari Selandia Baru

 

Sekarang seolah damai menjadi ancaman, negeri tenang seperti Selandia Baru, terguncang gara2 akal pincang. Jangan tanya dia siapa dan kenapa membantai orang beragama apa, kita saja juga sama, ada orang minta suara azan di kecilkan, malah orangnya dimasukkan penjara, izin rumah ibadah dipersulit, keyakinan orang lain di anggap ancaman, padahal kelakuannya yg membuat orang lain tak nyaman.

Teroris Kata-Kata Jauh Lebih Berbahaya

ilustrasi

Apa yang dilakukan Tengku Zulkarnain, Bahar Smith dan Nur Sugik adalah contoh terorisme kata-kata. Mereka menggunakan kedok khotbah untuk menyebarkan kebencian, fitnah dan kebohongan. Ceramah indoktrinatif itu dipaksakan harus diterima oleh jamaahnya. Dan yang terjadi jamaahnya menjadi seperti zombie. Mereka terlihat hidup tapi sebenarnya sudah mengalami mati jiwa. Akibatnya hati, akal dan pikiran mereka tidak mampu lagi menerima kebenaran dan kebaikan.

Pages