tekstual

Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara

Ilustrasi

Dalam literatur ilmu ushul fiqh, Muhammad SAW dipandang memiliki beragam kapasitas. Selain sebagai Rasulullah SAW, beliau juga orang Arab yang lekat dengan budaya Arabnya, penggembala, pedagang, sekaligus seorang pemimpin negara. Umat Islam harus jeli membedakan beragam kapasitas Nabi Muhammad SAW tersebut agar tidak salah kaprah dalam mengikuti ajarannya. Terkait dengan masalah ini, para ulama ushul era klasik dan pertengahan seperti Abi Muhammad Ibnu Qutaybah al-Daynuri (w.

Islam Itu Asing dan Akan Kembali Asing

Ilustrasi

Islam hadir sebagai "keasingan" dimulai ditengah masyarakat Arab yang Jahiliyah. Ditengah kehidupan masyarakat yang sangat barbar. Dimana mengubur hidup-hidup anak perempuan (dianggap aib) adalah hal yang biasa. Manusia diperjual belikan bagaikan barang dagangan. Pertumpahan darah dimana-mana. Kemudian Islam hadir menyajikan Akhlak yang Mulia. Hablum Minalloh dan Hablum Minannas begitu terjaga. Hubungan dan Akhlaq kepada Tuhan dan sesama Manusia tidak dapat dipisahkan.

Pesta Sex dan Tahlilan

Ilustrasi
Anak-anak akan mendambakan kolam permen, manisan dan susu. Para remaja akan mendambakan cinta yang menggelora. Sedangkan para lanjut usia mengharapkan ketenangan jiwa. Kenapa berbeda Mas Ustadz? Karena kadar nafsunya juga berbeda! Sementara di hadiratNYA hanya jiwa yang suci yang diterima sesuai dengan sifat MAHA SUCI-NYA! Jadi di Surga itu kenikmatannya yang dilipat gandakan. "Endorphin" nya berlipat sebagaimana "keabadian" kita disana. Bukan hawa nafsunya!

Islam yang Tekstual dan Kontekstual

Oleh: Nadirsyah Hosen
 

Memahami Islam tidak cukup hanya lewat teks, tapi juga harus memahami konteks. Keduanya harus dipahami dan tidak bisa ditinggalkan. Kalau anda melulu melihat teks maka anda akan terpaku dengan teks dan memutar kembali jarum sejarah ke jaman onta. Kalau anda hanya berpegang pada konteks dan melupakan teks maka anda akan seperti anak panah yang lepas dari busurnya.

Pages