syiah

Pancasila Yes, Islamisme No

Saya ingin menyebut kelompok ini sebagai "kaum Islamis”, yaitu kelompok yang berpegang teguh pada atau ingin memperjuangkan "filosofi” dan ideologi Islamisme. Islamisme adalah sebuah gerakan reformasi yang mengadvokasi penataan ulang tatanan, sistem, dan struktur pemerintah dan masyarakat sesuai dengan apa yang kaum Islamis klaim sebagai "aturan dan hukum Islam”.
 

Tak Ada yang Paling Benar

Tidak semua Syi'ah Sesat, memang ada sebagian yang terlalu berlebihan memuja muja demi kepentingan politiknya. Ada juga Syi'ah yang baik dan benar, toleran, plural dan modern. Mereka memiliki alasan sendiri utk mengimani apa yg mereka yakini benar

Tidak semua Wahabi Keparat. Ada Wahabi yang baik, toleran, menyampaikan ajarannya dengan hikmah, moderat dan kagak usilan. Mereka disiplin untuk kalangan mereka sendiri.

Agama dan Pembelaan

Tetapi semangat membela kaum lemah tertindas seperti itu kini tak lagi terliyak, setidaknya dalam gerakan-gerakan mengatasnamakan membela Islam di negara ini. Membela Islam dewasa ini justru membela orang-orang yg kuat berkuasa seperti membela calon gubernur, membela pemimpin berdaster yang tunggangannya rubicon, membela egonya sendiri yang merasa dizalimi padahal ngakunya mayoritas, membela mantan presiden yg ngeluh meski punya istana dan misih dikawal paspampres, membela jendral kuat dari persoalan HAM.

lkhwal Tudingan dan Bantahan Prof Quraisy Shihab Penganut Syiah

Kedua, keliru besar kalau dikatakan Tafsir al-Misbah hanya merujuk pada Tafsir al-Mizan. Kalau kita baca dengan seksama, Habib Prof Quraish itu sangat mengagumi al-Biqa'i yang menulis kitab tafsir Nazm al-Durar. Karya al-Biqa'i ini menjadi bahan kajian disertasi Habib Prof Quraish Shihab di al-Azhar Cairo. Selain al-Biqa'i dan Thabathaba'i, beliau juga merujuk kepada Tafsir fi Zhilalil Qur'an karya Sayid Quthb dan al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn Asyur.

Ikhwanul Muslimin di Seberang Jendela

Oleh: Denny Siregar

 

Untuk memahami kudeta yang terlalu "cepat keluar" di Turki, kita harus flash back dulu ke Mesir.

Mesir tahun 2011, diguncang demonstrasi massa besar yang menjatuhkan Hosni Mubarak. Demonstrasi ini dipimpin oleh kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai oposisi terbesar, yg berada di Partai Kebebasan.

Sesudah jatuhnya Mubarak, maka pemilu diadakan di Mesir yang memenangkan Mohammed Mursy, capres dari Ikhwanul Muslimin dengan total perolehan suara 50℅ lebih.

Pages