syariat

Belajar Islam Inklusif Dari Rasul Muhammad

Ilustrasi

Kisah2 di atas menarik. Bahkan bila ada perkara hukum, Sunnah Rasul mengabarkan bila ada perkara yang muncul dalam komunitas non muslim, beliau kembalikan ke kitab suci mereka. "Lakum dinukum wa liyadin", qanun agamamu bagimu, qanun agamaku bagi diriku. Tak ada persekusi & pemaksaan regulasi & syariat bagi penganut agama yang berbeda.

Agama dan Akal

Ilustrasi

Anehnya, di zaman akhir ini ada beberapa Ustadz Cap Karbet Label Mie Instan yg seenaknya berfatwa bahwa "Islam itu sumber hukumnya adalah cukup Qur'an dan Hadits bukan Akal" padahal dalam aya-ayat Al-Quran banyak bertebaran yg menunjukkan agar manusia berfikir atau menggunakan akalnya. Bahkan tak jarang yg asal vonis memvonis sesat menyesatkan kepada Imam Al-Asy'ari Rahimahullah dan para pengikut beliau.

Sunah dan Ekslusifisme Dalam Islam

Ilustrasi

Syariat sangat melarang ekslusivitas dan ekstrimitas dalam segala hal. Termasuk dalam berpakaian. Setiap tempat, waktu dan kesempatan meniscayakan standar kepantasan sendiri dalam berbusana.

Kesungguhan kita dalam menghambakan diri kepada Allah tidak lantas harus membuat sisi kemanusiaan kita hilang, rasa seni dan humor kita buang. Kita ini, bagaimanapun manusia.

Jilbab Dulu dan Sekarang

Ilustrasi

Dalam dirinya terkumpul samudra Syariat dan Hakikat. Saya pernah dua kali bertemu beliau. Saya tidak menjumpai kiai mengajar santri seserius beliau. Beliau mengajar malam, dinihari sampai menjelang subuh.

Kitab yang dibaca juga tidak main-main, ribuan halaman, belasan jilid dibaca dan dimaknai kata perkata. Seperti kitabTafsir Thobari, al-Aziz Syarah wajiz dll.

Hijab Itu Syariat Yahudi

Ajaran tentang hijab memang disyariatkan dalam teks-teks dan Kitab Suci umat Yahudi (seperti Talmud). Jauh berabad-abad sebelum Al-Qur’an hadir, Kitab Suci Yahudi sudah mengsyari’atkan tentang hijab ini. Karena itu tradisi hijab ini bukan hanya “sangat Islami” tetapi juga “sangat Yahudi”. Bukan hanya “sangat Qur’ani” tetapi juga “sangat Talmudi”.

Pages