Surat Terbuka

Surat Terbuka untuk Mendikbud

Saya sedih banget dengan nasib anak-anak di perbatasan. Bagaimana tidak miris jika jalannya membelah hutan yang masih tanah liat, tidak ada listrik, sinyal telepon, dan jembatan satu-satunya yang nyaris putus.

O iya, ada satu lagi kondisi yang bikin menarik nafas makin dalam, yakni anak-anak mesti jalan kaki selama 3 jam ke sekolah. Naik turun naik perahu dan dilanjutkan jalan kaki tanpa sepatu.

Surat Terbuka untuk Habib Rizieq Syihab

Oleh: Iis Turyanto

 

Yang terhormat Bapak Habib Rizieq Syihab, surat terbuka ini saya buat salah satunya karena saya adalah seorang muslim, dan selain itu saya juga bukan warga Jakarta, jadi saya tidak mempunyai hak suara untuk memilih salah satu pasangan calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta. Namun saya sangat mencintai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Surat Terbuka dari Habib untuk Habib

Oleh: Acin Muhdor
 

Assalamualaikum wr.wb
Salam Sejahtera untuk kita semua

Hari-hari ini suhu ketegangan akibat pro dan kontra seputar Cagub DKI menambah suhu panas matahari Jakarta. Saya adalah salah satu warga DKI yang memiliki hak konstitusional untuk memilih, sekaligus orang yang secara temurun "tertimpa" gelar "habib". Saya sengaja memilih kata "tertimpa" karena bagi saya gelar ini secara nyata menjadi beban dengan aneka dimensinya.

Surat Terbuka untuk Teroris

 

Oleh: Sitoresmi Prabuningrat

Maaf, tak mengucap salam karena aku tidak tahu apa agamamu dan apa yang kaupercayai.

Kitab apa yang kaubaca hingga kau merasa paling benar,

kitab mana yang mengajarkan membunuh orang di luar peperangan?

Pemimpin mana yang kau ikuti hingga langkah yang kau ambil melampaui ajaran para Nabi?

Ibu mana yang melahirkanmu hingga mati rasa belas kasihmu?

Pages