supir dan pembantu

Tampang Sopir dan Pembantu (Catatan Antropologi Haji)

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Malam itu, bus yang membawa saya, istri, dan rombongan “kandidat” haji lain (mayoritas warga ekspat profesional dari Pakistan, India, dan Arab, selain penduduk Saudi tentunya) yang berangkat dari Dammam ke Makah berhenti di sebuah kota untuk istirahat sejenak untuk makan-minum, ke toilet, salat, atau sekedar “selonjoran” biar kaki dan tubuh tidak kaku-regeng kayak tiang listrik. Di tempat itu ada cukup banyak bus malam dari berbagai kota yang berhenti istirahat.

Pages