sunardian wirodono

Agungkah Mahkamah Agung?

Keadilan dan hukum, sebenarnya seolah dua sisi wajah dalam satu koin. Berhubungan tetapi bisa jadi jauh, dan tidak ketemu. Meski keadilan berada di ranah hukum, hukum bisa seolah tak kenal si keadilan. Apalagi bagi Baiq Nuril, yang kasasinya ditolak MA. Artinya dia tetap diganjar penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta. Baiq Nuril adalah rakyat jelata yang terjerat kasus relasi kuasa.

Matikan TV-mu

Yang ditonton 8 orang tadi, lupa-lupa ingat, kayaknya di daerah Pasar Minggu. Waktu itu diputar film ‘Jakarta Hati’ (2012). Sebuah film model omni-bus, yakni satu paket film berisi lebih dari satu cerita. Bisa beragam cerita, dengan penulis skenario, sutradara dan pemain yang berbeda pula. Dari 6 cerita yang berbeda, Jakarta Hati disutradarai Salman Aristo doang, dengan skenarionya pula. 

Oposisi Nggak Mutu, Buat Apa?

Ada jajaran ketua DPR yang mengatakan bahwa bahasa Inggris Jokowi memalukan. Sementara menurutnya, Prabowo mimpi pun dalam bahasa Inggris. Ini oposisi namanya? Orang yang sama, ketika Jokowi ulang tahun, bukannya mengucapkan ‘selamat ultah’ kek. Dia bilang dengan usia se-‘gitu’ Jokowi mesti sadar masih ada orang miskin dan tertindas. Apa hubungannya? Yang kek gitu, tak layak disebut ‘kekuatan oposisi’. Itu mah khas WTS (waton sulaya), asal njeplak.

Emak-Emak, Alat Eksploitasi Baru

Kata mereka, karena mereka tahu apa arti rekonsiliasi. “Artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama, yang tak bisa hilang dari dada kami. Bagaimana kecurangan yang begitu masif, begitu terstruktur, kasat mata, mereka bisa lihat tapi mereka abaikan," ujar Nurdiati salah satu pendemo. Bahkan mereka katakan, langkahi dulu mayat mereka jika ingin lakukan rekonsiliasi.

Mengapa Rekonsiliasi?

Agama terus saja dibawa kelompok ini. Mereka menghina-dina sistem ketatanegaraan kita, yang dibangun dengan nalar dan adab kemanusiaan. Dengan ilmu pengetahuan. Dengan nurani keadilan dan azas kebersamaan. Mereka menghina sistem peradilan dan konstitusi kita, dengan kata-kata curang seenak perut. Mereka menuding yang tak disetujuinya sebagai wakil setan, laknatullah, bakal mendapat azab Allah, thagut. Segala macam bentuk umpatan yang menunjukkan kesewenangan.

Musuh Kita Sebenarnya

Mereka memanfaatkan Prabowo sebagai ‘Kuda Troya’. Dengan itu Prabowo diuntungkan mendapat 44,50%. Kelompok ijtima ulama dengan imam besar Rizieq Shihab, dan yang pro dengan itu, bisa jadi penyumbang terbesar. Ada pula atas sentimen lain, para ASN, kelompok militer tua (mantan), keluarga HTI, dan pihak-pihak yang kecewa atau terancam oleh Jokowi. Selebihnya para korban dari yang disebut itu.

Pages