sunardian wirodono

Cara Kita Berdemokrasi

Mereka bisa dengan gampang menuding Pilpres tidak sah, tidak legitimate, penuh kecurangan, dsb, dll, dsj. Mereka tidak melihat bagaimana Pemilu dan Pilpres 2019 berlangsung. Tak menghargai kinerja KPU, dan sama sekali tidak memandang Mahkamah Konstitusi, yang telah menyidangkan sengketa Pilpres dan kemudian memutuskan pengesahannya.

Siapa yang Memanggil? Sama Saja Bung!

Cilakak banget jika meyakini tunggang-menunggang adalah semata teori konspirasi. Itu artinya, hanya melihat dunia dalam egosentrismenya. Dalam intersubjektivitas, seorang individu selalu memiliki handicap (halangan), ketika berhadapan langsung dengan konspirasi yang begitu besar. Yang bahkan dia sendiri tak menyangka konspirasi sebesar itu ada. Pada level mana? 

Adab dan Biadab

Mari kita lihat berbahayanya klaim antara beragama ekuivalen berakhlak. Karena bahkan Imam Ghazali pun, setelah menulis adanya ulama palsu, mengatakan bahwa belum tentu yang beragama itu berakhlak mulia. Lha kok bisa? Bisa saja! Karena agama tak perlu marah, jika disebut sebagai ‘hanya’ salah satu cara, atau metoda, untuk menuntun manusia menjadi baik adanya. Bukan satu-satunya.

Pages