sunardian wirodono

Agama Bukan Sekadar Jokowi vs Prabowo

Jika politik (praktis, yang bertumpu pada demokrasi) bersendikan pada konsensus, musyawarah untuk mufakat (atau pun votting), agama bersendi pada (kepatuhan atas) dogma yang tak boleh dibantah. Sementara, pada kenyataannya, sejak ketika Kanjeng Nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam masih sugeng, pemanfaatan ‘agama’ sudah dimulai. 

Amien Rais dan Gunung yang Berpindah

Tersingkir dari pusat kekuasaan, Amien Rais melakukan banyak gerakan politik. Dari sejak 2006, hingga kemudian 10 tahun kemudian. Bandul politiknya makin ke kanan, dengan mendukung Prabowo, yang bisa jadi asal bukan Megawati (dalam hal ini center of excelent Jokowi). Dan kenyataan makin jauh lagi melempar Amien Rais ke kanan, ketika Jokowi bisa mengalahkan Prabowo (Pilpres 2014).

Politik Manipulatif dari Yang Kalah

Tak penting menanyakan apa agama Shorten. Karena untuk seorang politisi, yang harus ditanyakan adalah apa sumbangan terbaiknya bagi tumbuhnya demokratisasi. Karena menjadi tugas mereka yang memilih jalan politik, untuk menjaga marwah kepentingan kebersamaan, bukan kepentingannya sendiri. Karena untuk kelompok terakhir, politik menjadi begitu manipulatif bagi yang kalah.

Kebangkitan Nasional dan Kebangkitan Bangsa

Kini, atas nama demokrasi dan hak azasi manusia, bahkan agama, justeru tumbuh spirit menjadikan negeri ini dalam kekerdilan semangat kebangsaan. Segelintir manusia-manusia kerdil, membabi-buta. Menyingkirkan mimpi kebersamaan kita. Mengejek-ejek aturan kebersamaan yang telah disepakati.

Tapi dibalik atas nama itu, atas nama kekuasaan, mereka melakukan berbagai manuver yang lebih menuntut hak daripada kewajiban. Kehilangan kebijakan dan kebajikan sebagai anak-anak bangsa, menjadi anak-anak bangsat.

Pendemo Diracun?

Dikutip dari akun Twitter resminya @TitiekSeharto, Minggu 12 Mei 2019, dia mengatakan, para relawan tersebut dirawat karena keracunan makanan usai demo di Bawaslu, Jumat 10 Mei 2019.

"Sangat menyedihkan.. mereka keracunan makanan sehabis mengikuti aksi damai Jumat siang di Bawaslu. Mereka makan kue-kue yang diantar dalam koper merah oleh orang tidak dikenal," tulis Titiek.

Amien Rais yang Naif

 
Soal usia, baginya, bukan masalah. Ia mengaku terinspirasi Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang terpilih di usia 92 tahun. “Pak Mahathir hanya satu angkatan di atas saya. Jadi, (untuk nyapres) never say no,” katanya.
 
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi bahkan meyakinkan, “PAN serius mencalonkan Pak Amien Rais running for President 2019.” Amien Rais dinilai punya integritas sebagai pemimpin nasional. Dianggap sangat cinta rakyat dan NKRI.
 

Rindu Itu Berat, Presiden!

 

Masing-masing presiden punya tantangan, peluang dan kendala. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi, baru dalam era Jokowi status kepresidenan diragukan (oleh lawan politik) dengan berbagai cara. Isu identitas dimunculkan, bahkan fitnah, yang sebenarnya sekaligus tak mempercayai kerja-kerja berbagai lembaga negara seperti KPU, Bawaslu, MK, MA, Kepolisian, Kejaksaan, BIN, dan lain sebagainya.

Genderang Perang Telah Ditabuh

 

Secara verbal, Jokowi lebih jelas keislamannya. Tetapi keislaman Jokowi beda dengan keislaman kelompok GNPF, FPI, HTI dan para wahabiyah lainnya. Sehingga demi hal itu, mereka butuh kuda tunggang dalam pilpres, sebagai ajang atau momentum merebut kekuasaan. Seumpama mereka menang, tak ada jaminan kuda tunggang akan terus dipakai. Di situ politik dan agama dalam bahaya dan lelamisan.

Pages