sunardian wirodono

Semutpun Kalau Diculik Berantem

 

Bila dicermati pidato lengkap Jokowi, sebenarnya ajakan agar berkomunikasi politik santun. Tidak provokatif. Tetapi ketika toleransi pada intoleransi justeru membuat makin tak terkendali, kita tak boleh tinggal diam. Ini jaman proxy-war, perang asimetris dunia maya. Pasukan cyber terus menyebar fitnah. Ujaran kebencian dan hoax, menyusup ke grup-grup WA. Menyinyiri dan memfitnah dengan berbagai cara, termasuk trending tagar ganti presiden.

Saat Presiden Diprotes Warga Gamplong

 

Jokowi itu kadang-kadang nggemesin juga. Waktu meresmikan tol Solo-Ngawi, dimintanya rest-area berwajah lokal, bukan malah mejengin makanan dan minuman yang ituuu mulu.

Lha, itu artinya para stockholder entah itu Kementrian BUMN, Menteri PUPR, dan semua yang ngurusin jalan toll, sampai pun pada komisaris utama pemain-pemain terkait, yang adalah sebagian besar jokower (atau dibagiin jatah kursi oleh Jokowi), mestinya sudah tanggap dari sejak awal.

Dongeng Manusia Tanpa Kemaluan

 

Kalau begitu, bukankah bukan tak bermoral, karena moralnya agar orang menjadi baik? Pada dongeng, itu membangun struktur logika saja. Bahwa yang disampaikan penting. Agar orang punya referensi dan memakai sebagai pegangan. Pada politik, yang terpenting orang percaya, dan kemudian mendukung. Namanya politikus, sering tak sesabar dongeng. Buru-buru mendapat hasil.

Pages