sunardian wirodono

Keturunan China, Majapahit dan Arab

Apalagi Brawijaya V, konon punya isteri seratusan lebih. Ketika Majapahit runtuh, anak-turunnya kedharang-dharang, (tapi) hingga bisa menurunkan Sultan Demak, Adipati Pati, Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Mangir, Senopati, dst. Mangkanya kini ada yang suka kampanye poligami. Biar cepet banyak anak, untuk dijadikan follower ataupun buzzer. Kalau ada tudingan buzzer rupiah, kini ada pula buzzer sorga.

Kebiasaan Baru yang Lama

Mungkin banyak juga yang ngerti, kita hidup di dunia ini bersama bakteri, jamur, virus, dan entah apalagi jasad renik yang terlihat dan tidak. Ada yang bermanfaat, ada yang bagai kadrun. Dulu ada penyakit ini-itu, karena belum tahu cara mengatasi, ada yang dipasung, dikarantina, atau dikucilkan. Kita bisa baca bagaimana wabah pes, sampar, lepra. Akhirnya bisa diatasi juga. 

Jejaring Sosial Lingkungan Terdekat

Melalui WAG-RT, Pak RT menulis pengandaian; Jika semua warga dipangkas duit simpenannya 2,5% terus dikumpulin di satu titik, kemudian dibagi rata pada masyarakat di RT dengan aturan (1) Keluarga pantas bantu tetap tiap hari selama pandemi, (2) Pantas bantu tetap seminggu sekali, (3) Pantas tidak dibantu tapi pantas membantu (artinya selain beban rata-rata 2,5% tadi juga masih ditambah apalagi gitu).

Pages