sunardian wirodono

Otak Miring dari Senayan

 

Kita mau ngomong apalagi dengan kegemblungan parlemen kita ini? Tak ada reputasinya sama sekali. Janji untuk menjalankan tupoksinya, antara lain dalam hal legislasi, tiap tahun rata-rata hanya 2 RUU dirampungkan, dengan target per-tahun 50-70 RUU.

Lantas apa saja kerja mereka? Mereka lebih banyak bekerja untuk kepentingan mereka sendiri. Bikin hak angket, bikin pansus, atau menyegerakan aturan untuk keuntungan mereka, tapi lamban untuk persoalan-persoalan lainnya.

Dialog Pagi dengan Kwan Kong

 

“Yah, itu kan di China. Di tempat nilai-nilai leluhur dihormati, jadi sumber inspirasi dan referensi.”

“Apa bedanya dengan di sini?”

“Ya, di sini kan beda. Menurut teori yang dikembangkan Eep Saefullah Fatah, kami harus menegakkan identitas sebagai bendera perjuangan.”

“Ini soal pilkada DKI Jakarta atau ‘gimana?”

Kisah Jokowi dan Prabowo

 

Sebagai saudara, Jokowi dan Prabowo pun suatu ketika berdua saja pergi ke pegunungan. Mereka berkemah mendirikan tenda untuk berdua. Kenapa tenda harus didirikan? Karena tak bisa berdiri sendiri, beda dengan Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1811.

Hari kedua, pada tengah malam, Prabowo merasa kedinginan. Ia membangunkan saudaranya, “Jok, Jok, betapa dinginnya udara di pegunungan ini!”

Jokowi terbangun dengan mata keriyip-keriyip.

Pages