sunardian wirodono

Vivere Viruscoloso

Indonesia yang semula optimistis menghadapi perubahan global dan kompetisi ekonomi, kini jadi nelangsa. Hingga Jokowi mau bagi-bagi duit pada influencer, bagaimana agar akibat virus Corona tidak ngawut-awut anggaran negara. Tapi karena batal terima duit, apakah para influencer ogah-ogahan menginfluens orang? Jika iya, mereka tak patut disebut influencer. Berbuat baik untuk modus, itu mental pengecer, pencari receh biasa. Kalau Jokowi mau ngasih duit ke influencer, dia mengkhianati janji untuk membangun SDM! 

Virus Lepileleisya Lebih Menakutkan dari Corona

Oleh Bung Karno, sebetulnya bisa diperas dalam tri-sila persatuan, kemanusiaan, keadilan sosial. Itu pun masih bisa diperas lagi, kata Bung Karno, dengan satu sila: Gotong-royong. Urutan logikanya jelas, tapi para penderita lepileilesya bukannya tak bisa memahami. Lebih karena tak sudi memahami. Dengan alasan preambule UUD 1945 dengan 17 kata mengenai ‘kewajiban melakukan syari’at Islam.'

Piye, Enak Mbahmu To?

Apa istimewanya Soeharto? Dalam beberapa hal, saya setuju pendapat Gus Dur; Soeharto itu besar jasanya, tetapi kesalahannya jauh lebih besar. Itu cukup fair. Bahwa ia Bapak Pembangunan, mungkin saja. Tapi bagaimana bisa muncul Soehartp.Inc, sehingga sampai anak-cicit Soeharto bergelimang harta? Bagaimana klan Cendana sampai kini masih berjaya? Karena apa? Bagaimana bisa?

Pages