sunardian wirodhono

Ngopi Bareng Mbah Maimoen

 

Ke Rembang kedua kalinya, setelah kunjungan pertama beberapa bulan sebelumnya nihil, ada harapan diterima Mbah Maimoen. Dua hari kami tunggu. Mas Hakim, temen saya yang anak pesantren dan ngerti bahasa Arab, sudah seharian saya minta nongkrongin ndalem Mbah Maimoen. Sampai akhirnya lampu hijau untuk kami ketemu. Tetamu Mbah Maimoen yang ngaudubillah ngantri.

Jan Ethes Merepotkan Mbah Waslu

 

“Hai, sedang apa, Mbah?”
“Kok manggilnya Mbah, toh?”
“Kan namanya Mbahwaslu?”
“Oh, oke. Gini Jan Ethes, lagi nyari namamu. Kok nggak ada dalam daftar timses kakekmu!”
“Untuk apa cari nama saya, Mbah?”
“Untuk dibuat laporan, bener nggak tudingan kamu ikut kampanye kakekmu.”
“Terus, laporan itu untuk apa, Mbah?”
“Untuk dilaporkan nanti..”

Mengkapitalisasi Mat Dhani

 

Sebegitu dahsyatnyakah Matdhani? Sebagai musisi yang bergerak di jalur industri musik, ia orang yang sangat tahu momentum. Dan dengan Republik Cinta, ia tergolong musisi sukses, jika ukurannya adalah popularitas dan finansial. Ia waktu itu juga secara cerdik mensiasati turunnya industri rekaman dengan munculnya internet dan dunia digital. Ia masuk ke ringtone dan memainkan satu lagu untuk beberapa artisnya yang tergabung di Republik Cintanya.

Jin Membangun Infrastruktur

 

"Trans National Highway?" Jin membelalak. Matanya makin gede. "Jembatan yang menghubungkan pulau satu ke pulau lainnya? Ah becanda kamu. Bayangkan, berapa baja dibutuhkan. Bagaimana menanam kaki-kakinya ke dasar lautan? Belom lagi kalau dikerjakan orang-orangmu, kemudian cuma habis dikorup, terus mangkrak? Udah korupsi, nyalahin itu perbuatan jin-setan! Udah, ayo, permintaan lainnya aja!"

Pages