sumanto al qurtuby

Sebutan "Ustad", Lain Di Sana Lain Di Sini

 

Penceramah juga jarang yang dipanggil "ustad", kecuali Ustad Zainuddin MZ atau Ustad Kosim Nurseha, dua di antara dai populer di zaman old yang saya suka ceramah-ceramahnya. Sepertinya sebutan "ustad" ini bermula di kelompok Islam kota, khususnya Kota Jakardah. Sebutan ini kini semakin populer siiring dengan pengaruh Arabisasi di Indonesia.

Menghindari Jebakan Politik SARA

 

Jika kandidat yang maju saya nilai berkualitas, mumpuni, kredibel dan layak menjadi kepala daerah, maka pasti akan saya dukung secara moral-intelektual. Saya tidak peduli parpol apapun yang mengusungnya, apapun etnis dan agama paslon.

Bagi saya ukurannya adalah kualitas, kredibilitas, dan kemampuan menjadi pemimpin politik-pemerintahan, bukan masalah  agama, etnis, ormas atau parpol.

Ini Ciri-Ciri Umat Bani Mercon

 

Mereka gemar menuduh orang lain provokator, padahal mereka itulah sebenarnya si provokator itu;

Mereka gemar memunafik-nafikan orang lain padahal mereka sendiri sebetulnya kaum munafik sejati itu;

Mereka gemar menuduh orang lain menghina Islam, padahal mereka sendiri sebetulnya yang telah membuat Islam menjadi hina sehina-hinanya lantaran perilaku bahlul mereka;

Umat Islam di Indonesia Banyak yang Bingung

 

Misalnya begini, mereka gembar-gembor bilang demokrasi itu haram karena produk dari negara Barat-kapir tetapi dengan semangat '45 ikut Pemilu dan Pilkada, ikut larut hiruk-pikuk dalam proses demokrasi dan berusaha mati-matian memenangkan jago atau paslon idaman mereka. Kalau demokrasi itu haram, maka jangan ikut-ikutan Pemilu atau "Pilkadal" dong coy.

HTI Memang Makhluk Aneh

 

Tetapi pada saat yang sama, para cheerleaders Hizbut Tahrir ini demo bolak-balik egal-egol mendukung "Negara Palestina" yang kini sedang rebutan Yarusalem. Padahal sistem politik-pemerintahan Palestina sama dengan Indonesia: sama-sama "taghut" kalau menurut definisi HTI karena sama-sama menggunakan sistem politik-pemerintahan demokrasi sekuler.

Pages