sumanto al qurtuby

Beda Arab KW dan Arab Ori

 

Jika "Arab Ori" sangat kebarat-baratan alias "Barat minded", maka "Arab KW" sangat kearab-araban alias "Arab minded".

Jika "Arab Ori" itu "kamiinggrisen" alias suka cas-cis-cus ngomong Bahasa Inggris "gud mornang-gud morning", "brothar-brather", dlsb, sebagai lambang kemodernan, "Arab KW" justru "kamiaraben" alias dikit-dikit ngomong akha-akhi, abi-umi, ikhwan-ikhwat, syahwan-syahwat, dan seterusnya, yang menurut mereka sebagai "lambang keislaman".

Breaking News Soal PKI

Pertama, komunisme dikaitkan dengan ateisme. Hanya di "Endonesyah" komunis dianggap ateis. Padahal, banyak sekali ulama dan tokoh Muslim di Timur Tengah, Russia, Asia Tengah, dan Balkan dulu (dan kini) yang pro-Komunis. Di Yaman juga banyak ulama yang pro-komunis, termasuk sejumlah "habib" (tentang ini tunggu tulisanku di Deutsche Welle). Di Indonesia dulu juga ada tokoh-tokoh Muslim yang bergabung di komunis. Yang populer adalah Haji Misbach, seorang aktivis dan penceramah, yang dikenal dengan sebutan "Haji Merah".

Al Patekah dan Kepekokan Jemaah Kampret

 

Sangking pekoknya mereka bahkan banyak yang meragukan keislaman Pak Jokowi hanya karena "al-patekah". Padahal, tidak ada satu jentil dalil pun dalam Al-Qur'an maupun Hadis yang menganggap pengucapan "al-fatihah" sebagai syarat fundamental keislaman.

Menjadi Muslim itu gampang: cuma ngomong atau mengucapkan kalimat syahadat doang. Bim salabim, aba kadabrah. Cling, jadilah ia seorang Muslim, lalu ia dijamin masuk syurgah. Wuuennak tenan to mbul.

***

Lawakan Kelompok Islam Ngacenger

 

Mereka ngggak bisa Bahasa Arab; mereka nggak bisa membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih dan tartil apalag membaca kitab kuning Arab gundul; mereka nggak pernah belajar Islam di madrasah; mereka nggak pernah ngaji di pesantren; mereka bahkan mungkin nggak bisa salat dengan bener; bahkan makai peci aja nggak pas...

Lalu dari mana keislamian dan kesyar'ian Om Wowo dan Sandi? Tapi kok bisa rombongan Islam ngacenger itu membela mereka berdua sampai kepentut-pentut? 

Perbedaan Umat Islam di Indonesia dan Arab

 

Nah kalau di Indonesia saya melihat ada kecenderungan umat Islam (meskipun tidak semuanya) kalau sudah memakai gamis merasa paling nyunah, paling saleh, paling alim, paling dekat dengan Tuhan, dan paling layak masuk syurgah. Bukan hanya itu saja, mereka juga mengaggap umat Islam yang belum bergamis dianggap belum nyunah, belum Islami dan seterusnya.

Berbagai Jenis Pemilih di Indonesia

 

Yang dimaksud dengan "kesamaan latar belakang" disini bisa kesamaan agama, kelompok agama, ormas, parpol, daerah, etnis, suku, dan sebagainya. Maka, jika Anda memilih si A atau si B karena faktor-faktor ini (sesama Muslim, sesama Kristen, sesama Hindu, sesama Jawa, sesama NU, sesama Muhammadiyah, sesama Papua, sesama anggota parpol, dlsb), maka Anda termasuk golongan "pemilih primordial".

Pages