sumanto al qurtuby

Islam, Kristen dan Lainnya (Catatan tentang Lebanon)

Mesir, Yordania, Palestina, atau Irak memang banyak populasi Kristen Arab lokal tetapi tidak semajemuk di Lebanon. Di negara yang nama resminya Republik Lebanon (al-jumhuriyyah al-lubnaniyyah) ini ada sejumlah denominasi Kristen seperti Katolik Maronite (21%), Ortodoks Yunani (8%), Katolik Melkite (5%), Ortodoks Armenia (4%), Protestan (1%), dan sejumlah kelompok Kristen lainnya seperti Katolik Armenia, Ortodoks Syria, Katolik Roma, Koptik dan lain-lain (total sekitar 1,5%). Ini data dari International Religious Freedom Report tahun 2017. 

Negeri Tua, Semangat Muda (Catatan tentang Lebanon-1)

Dari "top 10" kota-kota tua itu, Jericho yang dianggap oleh para arkeolog dan sejarawan sebagai kota tertua. Yang dimaksud "kota tua" disini adalah kota yang konstan berpenduduk dari zaman klasik hingga kini. Bukan "kota mati". 

Kota Byblos, Lebanon, menempati ranking kedua sebagai "kota tertua" yang berpenduduk sejak 5,000 SM. Dari kata "Byblos" inilah kata "Bible" berasal. Ada banyak situs sejarah kuno di kota ini, termasuk Gereja St John the Baptist yang dibangun sekitar abad ke-12 M. 

Salafisme Tak Hanya Ada di Agama Islam

 

Ada berbagai macam kelompok salafi ini: dari yang fleksibel sampai yang kaku-njeku alias ekstrim semua ada, dari yang lunak kayak bakpao sampai yang keras kayak batu yang direndem di kulkas semua ada.

Tentu saja, sejatinya, kelompok salafi ini adalah "kaum imajiner" karena sesungguhnya tidak ada yang tahu persis seperti apa situasi dan kondisi iklim keislaman pada tahun-tahun awal saat Islam lahir lima belasan abad silam.

Beda Arab KW dan Arab Ori

 

Jika "Arab Ori" sangat kebarat-baratan alias "Barat minded", maka "Arab KW" sangat kearab-araban alias "Arab minded".

Jika "Arab Ori" itu "kamiinggrisen" alias suka cas-cis-cus ngomong Bahasa Inggris "gud mornang-gud morning", "brothar-brather", dlsb, sebagai lambang kemodernan, "Arab KW" justru "kamiaraben" alias dikit-dikit ngomong akha-akhi, abi-umi, ikhwan-ikhwat, syahwan-syahwat, dan seterusnya, yang menurut mereka sebagai "lambang keislaman".

Breaking News Soal PKI

Pertama, komunisme dikaitkan dengan ateisme. Hanya di "Endonesyah" komunis dianggap ateis. Padahal, banyak sekali ulama dan tokoh Muslim di Timur Tengah, Russia, Asia Tengah, dan Balkan dulu (dan kini) yang pro-Komunis. Di Yaman juga banyak ulama yang pro-komunis, termasuk sejumlah "habib" (tentang ini tunggu tulisanku di Deutsche Welle). Di Indonesia dulu juga ada tokoh-tokoh Muslim yang bergabung di komunis. Yang populer adalah Haji Misbach, seorang aktivis dan penceramah, yang dikenal dengan sebutan "Haji Merah".

Al Patekah dan Kepekokan Jemaah Kampret

 

Sangking pekoknya mereka bahkan banyak yang meragukan keislaman Pak Jokowi hanya karena "al-patekah". Padahal, tidak ada satu jentil dalil pun dalam Al-Qur'an maupun Hadis yang menganggap pengucapan "al-fatihah" sebagai syarat fundamental keislaman.

Menjadi Muslim itu gampang: cuma ngomong atau mengucapkan kalimat syahadat doang. Bim salabim, aba kadabrah. Cling, jadilah ia seorang Muslim, lalu ia dijamin masuk syurgah. Wuuennak tenan to mbul.

***

Pages