suharto

Memorial Of Rhman Tolleng

ilustrasi

Rahman Tolleng adalah salah satu pendiri MI. Dia adalah tokoh yang sangat terlibat dalam proses-proses awal Orde Baru. Dia berkawan dengan hampir semua orang yang kemudian diidentifikasikan sebagai Angkatan 66: Soe Hok Gie, Wiratmo Sukito, Liem Bian Koen (Sofjan Wanandi), Liem Bien Kie (Jusuf Wanandi), Cosmas Batubara, Arief Budiman, Aristides Katoppo, dan lain sebagainya.

Din dan Ajakan Nonton Film

 

Sebelum komentar ke film, saya ingin komentar mengenai Din. Dengan posisi sebagai staf khusus Presiden, alasan pengunduran diri yang dikemukakan karena merasa dirinya menjadi tidak netral, terasa aneh. Bukankah soal dialog dan kerjasama antaragama dan peradaban ini sedang menghadapi tantangan berat? Lebih aneh lagi, alasan lainnya adalah karena Jokowi maju sebagai capres pertahana.

Dana Politik Ala Prabowo

Ilustrasi

Bahkan maling itu kadang membentuk kartel untuk mengontrol memperbesar kekuatan tawar menawar mereka. Kadang mereka dikuasai oleh orang kuat yang didukung sanak keluarganya. Nepotisme tumbuh subur di dalam demokrasi. Bapak mantan bupati, ibu jadi bupati, anak ketua DPRD. Itu soal biasa. Tepatnya, kita menganggapnya sebagai hal biasa.

Rais=Rasis

 

Kita mau diajak guoblok cuma dgn mendengarkan bacot nyocot melawan fakta didepan mata, seperti orang buta melawan gelap, ini sama saja seperti Gusdur menjawab tuduhan dia suka jalan2, padahal buatnya Paris dan Jakarta sama saja, dia tidak melihat apa2. Perjalanannya adalah menjalankan perdamaian, karena stlh reformasi Indonesia rawan konflik dan memicu kawasan Asia menjadi bola api yg bisa terbakar kapan saja.

Dunia Tak Seperti Apa Yang Terlihat

Oleh: Denny Siregar
 

Yang harus kita akui selama 32 tahun kepemimpinan Soeharto adalah betapa efektifnya intelijennya bekerja.

Soeharto tidak perlu menerjunkan banyak tim intelijen ke masyarakat, ia menggunakan masyarakat itu sebagai intel-nya. Penerapan sistem penggalian informasi yang mengerucut sampai Rukun Warga dan Rukun Tetangga, adalah sistem yang sangat efektif, bagai kinerja sebuah mesin besar memasok informasi ke kantor pusat.

Orde Baru Lebih Baik?

Oleh: Liem Gin Tjiang
 

Zaman Suharto itu sadar atau tidak sadar semuanya dikontrakkan kepada asing (Amrik), dengan imbalan berbagai kekayaan tambang bebas dikelola oleh asing dan banyak yang akhirnya habis tanpa bisa mengangkat harkat dan derajat sebagian besar rakyat Indonesia, karena dana yang mengucur ke rakyat dari pengelolaan tambang itu jatuh se suka2 hati penguasanya saja, akhirnya rata2 rakyat tetap miskin dan rata2 pejabat beserta kroni2nya kaya-raya luar biasa.

Pages