sri mulyani

Indonesia Peringkat Pertama Tingkat Kepercayaan terhadap Pemerintah

Data tersebut dikeluarkan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) dalam publikasinya _Government at a Glance_ 2017 yang dipublikasikan pada 13 Juli 2017. Laporan ini merangkum berbagai indikator pencapaian sektor pubik (pemerintah) dari negara-negara yang tergabung dalam OECD serta beberapa negara lain, termasuk Indonesia.

IHSG Menghijau dan Rupiah Perkasa Karena UU "Tax Amnesty"

REDAKSIINDONESIA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengklaim pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak atau tax amnesty pada Juni 2016 lalu membawa dampak postif terhadap pasar keuangan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menkeu saat memberikan penjelasan di sidang uji materil UU Pengampunan Pajak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Penjelasan Sri Mulyani tentang Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 5,1% di Tahun 2017

REDAKSIINDONESIA-Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan pemerintah membuat kesepakatan mengejutkan soal asumsi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Asumsi yang disepakati adalah 5,1% atau lebih rendah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang sebesar 5,2%.

Bila dirunut sedikit ke belakang, ketika pengajukan RAPBN 2017, asumsi pertumbuhan ekonomi yang digunakan adalah 5,3%. Ini sejalan dengan rentang yang disepakati sebelumnya antara pemerintah dan DPR dalam pembahasan kerangka asumsi makro dan pokok kebijakan fiskal 2017.

Surat Cinta dari Ibu Menkeu

Oleh: Ganjar Pranowo

Mendapat surat cinta biasanya menyenangkan. Tapi ternyata tidak semua. Karena sebagian surat cinta itu isinya bisa saja meresahkan. Bahkan bikin bingung bagaimana menjawabnya.

Saya baru saja dapat. Sepucuk surat cinta dari yang terkasih Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saya sebut surat cinta karena tentunya surat itu ditujukan Ibu Menteri untuk para kepala daerah yang beliau sayangi. Saya sebut surat cinta karena pasti tujuannya baik. Setidaknya demikian lah niatan Ibu Menteri.

Alasan Penghematan Keuangan Negara

REDAKSIINDONESIA-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan, penghematan anggaran dan belanja negara merupakan upaya untuk mengembalikan neraca keuangan negara yang lebih realistis.

Di hadapan Komisi XI DPR, Sri Mulyani mengatakan, sedang terjadi kondisi stagnasi sekuler pada perekonomian global. Bahkan, di beberapa tahun terakhir, lembaga-lembaga dunia selalu merevisi pertumbuhan ekonomi dunia ke bawah, akibat kondisi itu. Secara riil, kata dia, terjadi ekses suplai barang dan jasa, sementara permintaan tetap tak bisa terangkat.

Harapan Ekonomi Indonesia di Bawah Sri Mulyani

Oleh : Delly Ferdian

Dengan tegas Sri Mulyani mengatakan bahwa target APBN 2016 terlalu optimistis, sehingga beliau memastikan bahwa target penerimaan pajak tahun ini tidak akan tercapai. Menjadi wajar jika Sri Mulyani melakukan pemangkasan anggaran terutama anggaran yang akan ditransfer ke daerah karena dianggap belum prioritas.

Pemotongan Anggaran

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Kemarin ada yang tanya lewat messenger..

" Pak kenapa SMI potong anggaran APBN ?

" Ya karena penerimaan negara berkurang"

" Berarti Jokowi engga benar kerjanya "

" Bukan begitu. Karena harga komoditi andalan kita harganya jatuh di pasar dunia."

" Apa saja itu ?

" Ya minyak sawit, minyak bumi, bahan tambang, karet dan lain lain. Kalau harga di pasar dunia jatuh tentu penerimaan devisa turun. Penerimaan pajak dan bagi hasil juga berkurang ."

Penjelasan Sri Mulyani Terkait Kabar Kenaikan Harga Rokok Rp 50.000

REDAKSIINDONESIA-Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan mengenai wacana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000. Ia menuturkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum membuat aturan baru mengenai harga jual eceran atau tarif cukai rokok.

"Saya paham ada hasil kajian salah satu pusat kajian ekonomi apa yang disebut sensitivitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok," ujar Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Antara Susi, Sri Mulyani & Archandra

Oleh: Guntur Wahyu Nugroho
 

Susi Pudjiastuti, Sri Mulyani dan Archandra Tahar sudah sangat berkelimpahan secara materi. Pendapatan mereka milyaran rupiah. Tidak ada kendala bagi mereka untuk keliling dunia dengan keluarga dan bersenang-senang. Mereka profesional dan teruji dibidangnya masing-masing.

Lalu, apa yang membuat mereka mau melepaskan gaji milyaran, keluar dari zona nyamannya dan "memilih" menjadi pembantu presiden yang menempatkan diri mereka tepat jadi sasaran publik dan dipusaran kepentingan elit politik dan kekuasaan?

Pages