sosmed

Sosmed Menjawab Rasa Penasaran Politik

ilustrasi

Jokowi bikin apa saja. Prabowo gagal ke mana. Ada apa dengan kata kafir? Bahkan soal hoax-hoax yang makin gencar beredar, Mamak tetiba jadi melek politik dan urusan bernegara.

Harusnya saya mati kutu jika disuruh membahas soal politik dan tetek bengeknya. Kalau soal kue, okelah. Tapi di kenyataan, saya bisa menjawab semua pertanyaan Mamak dengan lancar jaya.

Mustofa Nahra Lagi-Lagi Fitnah Kyai NU

ilustrasi

Kedua orang ini sadar atas apa yang mereka lakukan, tapi mereka sudah terbiasa melawan nuraninya memilih berbicara bohong, dan memutarbalikan fakta, karena dengan dusta yang mereka sebar mereka tahu akan mendapat semakin banyak panggung, pada akhirnya juga meningkatkan pendapatan dan menaikan taraf kesejahteraan.

Akun Pendukung Capres Gagal

Ilustrasi

Demikianlah, Jokowi berhasil jadi Presiden kita.
Ahok menggantikannya jadi gubernur Jakarta, dan langsung jadi berita utama karena sepak-terjangnya yang gesit, cepat dan tanpa kompromi dalam membereskan Pemda DKI.

Perseteruan dengan DPRD DKI berkembang dan terbuka. Maki-makian di antara kedua pihak diberitakan tanpa saringan lagi. Baik di media cetak maupun siaran radio dan televisi.

Memprihatinkan, Konflik Akar Rumput Soal Politik

Ilustrasi

Kembali, rakyat bawah, akar rumput lah yg menelan kerugian terbesar,mereka gaduh, hiruk bahkan konflik akar rumput tidak hanya merugikan secara materi dan moril, bahkan kehilangan nyawa.

Sekiranya, para petinggi politik itu mampu menunjukan bahwa ajang kontestasi, bahwa ajang pemilihan adalah kegiatan demokrasi yg sejatinya di penuhi gelak tawa riang gembira.

Berbeda Pendapat

Ilustrasi

Diskusi atau berdebat di media sosial tidak bisa melibatkan ekspresi para pihak. Padahal eksistensi ekspresi dalam tatap muka itu penting untuk menggambarkan kematangan karakter, kemampuan mengendalikan emosi diri, dan kemampuan memilih diksi secara spontan. Tidak hanya ekspresi, diskusi dengan tatap muka menciptakan kehangatan silaturahmi, menumbuhkan empati, dan pada akhirnya bisa menerima perbedaan dengan hati plong, tanpa ganjalan apalagi dendam.
.

Ini Kemungkinan Alasan Diamnya Ratna Sarumpaet Atas Penganiayaan Dirinya

Ilustrasi

Pementasan itu menceritakan tentang seorang buruh perempuan yang tewas dibunuh militer hanya dikarenakan membela hak-hak buruh dan memperjuangkan kebebasan berserikat di pabrik. Sudah jamak pada Orde Baru, intervensi militer ke buruh yang ingin berserikat, berkumpul dan berpendapat. Saat itu militer menjadi kaki tangan pengusaha untuk membungkam sikap kritis karyawan. Makanya menjadi tanda tanya besar diamnya Ratna menerima penganiayaan itu.

Pages