Sidang

Sengketa Pemilu Koq Menang

ilustrasi

Baca lagi: “Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi”. Siapa yang menang? Makna me-kan dalam “memenangkan” adalah “membuat jadi”. Secara logika berbahasa yang menang dalam kalimat itu adalah “Sengketa Pemilu”, bukan “Denny” atau “Kliennya”. Kalimat yang benar: ““Strategi Memenangi Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi”. Makna imbuhan “me-i” dalam “memenangi” adalah mendapat (ke)menang(an).

Membandingkan Hakim MK Dengan Hakim Ahok

ilustrasi

Dan ini dugaan saya, dan semoga saya salah.
_Hatta Ali ada di balik keputusan hakim Ahok. Dan di balik Hatta Ali, ada JK, sang wapres._ Sudah jadi *rahasia umum*, _JK sangat ambisius mendorong Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Untuk itu Ahok harus disingkirkan._

Mungkin JK dan Hatta Ali dan Tiga Hakim dan Jaksa kasus Ahok lupa, bahwa kejahatan meninggalkan jejak. Demikian juga segala tipu muslihat.

Mengusut Para Perusak Negeri Paska Putusan MK

ilustrasi

Saya membathin; "Jangan-jangan Jokowi akan menawarkan posisi Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak pada PKS karena Jokowi terobsesi 'keberhasilan' Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jabar dari PKS) dalam meningkatkan angka perdagangan perempuan dan anak-anak Sunda menjadi PSK di berbagai kota seluruh Indonesia?"

Meributkan Anggaran Sidang MK

ilustrasi

Kita tentu patut apresiasi yang membawa persengketaan pemilu ini ke mahkamah, karena ongkos kalau kemudian mengambil sidang jalanan, itu bisa jauh lebih mahal lagi.

Seperti 21-22 Mei kemarin, terjadi kerusuhan ongkosnya jauh lebih mahal, ditambah korban jiwa yang tentu tidak bisa diganti dengan materi apapun. Belum lagi dunia usaha yang sangat terganggu.

Tentang Surat An Nisa 135 Di Dinding Mahkamah Konstitusi

ilustrasi

Inilah yang menjadi dasar kenapa An Nisa 135 yang juga terpampang di depan MK dan juga di dinding gerbang fakultas hukum Harvard University AS di bacakan kembali oleh pihak yang bersengketa di MK. Padahal bagi hakim-hakim yang beragama Islam tentu saja ayat inipun sudah menjadi pegangan dalam mereka menjalankan tugas memberikan keadilan bagi yang berperkara. Itu kelihatan jelas dari attitude, gesture, dan pengetahuan agama yang cukup baik yang dimiliki para hakim-hakim di MK.

Mahalnya Harga Sebuah Keserakahan Dan Ketidaklegowoan

ilustrasi

Yang saya khawatirkan bukan hasil akhir dari proses sengketa Pilpres ini. Tapi dari sebuah kenyataan yang memilukan bahwa realitasnya negara harus menyiapkan panggung bagi kelompok yang kurang legowo untuk menyuarakan narasi- narasi POST TRUTH kepada publik secara terbuka, gratis dan tanpa sensor. Semua terpaksa difasilitasi negara dan media demi sebuah keniscayaan proses konstitusional.

Psikologi Ruang Sidang

ilustrasi

Di medsos itu gampang banget asal njeplak tentang segala hal, namun ketika hal yang sama dibicarakan di ruang sidang, tidak semudah itu.. 
Orang yang seenak udelnya mengolah kata dan argumen yang penuh fallacy di medsos bisa saja tiba-tiba macet saat di ruang sidang karena sebenarnya yang dilakukannya di medsos itu cuma omong kosong, misalnya.

Pages