shuniyya ruhama

"Penggal Jokowi" Itu Budaya Mana?

Yang sangat menarik di sini ialah bahasan dalam ranah etno terminology. Setiap etnis di muka bumi, memiliki bahasa ekspresi ketika menyatakan aspirasinya. 

Suku bangsa Nusantara, ketika mengekspresikan kegeraman hendak mencelakai orang atau kelompok, paling sadis akan menggunakan terminologi: bunuh, clurit, bacok, badik, suduk, kepruk, carok, dimassa, keroyok, gebuk, dan sejenis itu. 

Dan tidak ada satupun dari kita yang menggunakan terminologi: penggal. 

Salah Redaksi Doa Itu Biasa, Kok Ada yang Ngamuk?

 

Ibaratnya aku punya dua anak. Mas Lutfi dan Mas Bima. Mas Lutfi pingin masuk ke UGM setelah lulus SMA. Kemudian aku berdoa. Dalam doa itu aku menyebutkan semoga Mas Bima masuk UGM.

Kemudian salah satu anakku mengingatkan, bahwa aku diminta mendoakan Mas Lutfi. Lalu aku revisi doaku. Salahnya dimana?

Apakah aku bisa dikategorikan sebagai begal doa? Bukankah doa itu hubungan privat antara seorang hamba dengan TuhanNya?

Pages