setyo hajar dewantoro

Dengan Data, Tak Ada Simalakama: Kembali Normal Adalah Pilihan Logis

Apa artinya? "Covid", atau apapun namanya virus yang ada di Indonesia itu sangat tidak signifikan mempengaruhi tingkat kematian di Indonesia. 

Pertanyaanya adalah, bagaimana negara harus menyikapinya? Negara tentu harus melihat dalam konteks makro. Jangan terjebak drama individu. Layakkah negara mengambil kebijakan terhadap satu penyakit yang punya pengaruh sangat kecil atau tidak signifikan terhadap angka kematian di Indonesia dengan cara yang:

Kita Pasti Selamat, Begini Caranya

Siapa mereka ini? Banyak faksi. Di dalam negeri mereka merentang dari para politisi oportunis, kaum ekstremis agamis, pebisnis hitam, hingga kelompok yang dulu merasakan betapa manisnya kekuasaan dan ingin berkuasa kembali. Di tingkat global, mereka adalah kelompok super kaya yang coba terus mencengkeram manusia di Bumi lewat institusi negara yang super power, institusi keuangan internasional, hingga industri farmasi. Jadi perjuangan kita bukan melawan virus, tapi melawan manuver yang hendak melanggengkan penjajahan gaya modern di tanah air ini.

Indonesia Selamat, Indonesia Keren

Dalam issue pandemi ini, sebetulnya variabel kunci adalah aspek politik. Ada beberapa pihak yang ingin issue pandemi ini tak selesai, dan dijadikan tunggangan baik untuk memenuhi hasrat politik atau hasrat bisnis mereka. Untuk membuat kebijakan yang benar dan pro rakyat, harus dipastikan kelompok seperti ini bisa ditanggulangi. Di akhir Maret 2020, kelompok ini terbilang solid. Situasi RI terbilang kritis Mereka menggiring RI untuk melakukan lockdown sebagai pintu masuk untuk pengambilalihan kekuasaan karena dipastikan Indonesia bakal rusuh.

Betapa Rumitnya Jadi Presiden RI yang Baik

Kerusuhan akan mulai terjadi atau dibuat terjadi, termasuk dalam bentuk penjarahan. Ini sangat niscaya terjadi karena akan ada kelaparan massal, karena tak mungkin pemerintah bisa memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara menyeluruh. Bukan sekadar soal ketersediaan anggaran, tapi juga soal kesiapan birokrasi di semua lini, belum lagi mempertimbangkan sabotase oleh beberapa pihak yang sejatinya adalah musuh dalam selimut bagi Presiden Jokowi. Skenario berikutnya, ketika situasi tak terkendali, Presiden bisa digulingkan. 

Keagungan Seksualitas: The Great Power of Unity

Mereka yang selibat, sedikit sekali yang mendapat pencerahan, dan tidak sedikit yang meninggal dunia dalam keadaan sakit sejenis kanker prostat/rahim. Mengapa bisa? Karena selibat memang bukan jalan absolut menuju pencerahan. Nyatanya banyak orang tercerahkan punya pasangan dan melakukan praktik seksual, bahkan pasangannya bisa lebih dari satu. Dan praktik selibat yang dilakukan dengan pemaksaan, tidak selaras dengan keadaan natural badan seseorang, pasti tidak membawa pencerahan dan hanya merusak tubuhnya.

Kasihan vs Mengasihi

Ada seseorang yang bercerita, dia sedang punya bisnis, butuh investasi.. Dan dia cerita itu betul-betul harapan dia untuk mengubah nasib. Kita terenyuh... Kita berpikir kalau kita tak kasih dana dia hidupnya akan terus susah.. Sembari kita tak mengecek dia sebenarnya jujur apa tidak, bisnisnya layak apa tidak. Itu namanya kasihan, yang pasti menjerumuskan kedua belah pihak. 

Jalan Kita

Vibrasi kasih murni, kebahagiaan dan kedamaian sejati inilah yang kita pencarkan. Dan jalan atau metoda yang kita praktikkan dalam keseharian, kita bagikan untuk menjadi inspirasi bagi banyak pihak agar tergerak mengalami transformasi diri dan merealisasikan rancangan agung sebagai manusia sejati atau manusia ilahi. 

Pages