Sekolah

Guru Wafat Ditangan Siswa, Sekolah atau Pendidikan?

Ilustrasi

-- Dehumanisasi pendidikan Indonesia bermula pada saat pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dijadikan fosil, hanya didengung-dengungkan mottonya, foto beliau hanya menjadi penghias uang Rp 20.000 dan pajangan dinding kelas, tapi gagasan-gagasannya mengenai peran guru dan siswa tidak pernah dipraktekkan dalam kenyataan. Padahal ijtihad beliau dalam mengupayakan pendidikan yang khas dengan karakter (anak) Indonesia sangat bagus.

Keberhasilan Anak Tidak Bergantung pada PPDB

Ilustrasi

Anak saya nangis lagi, ketika temannya, yang diterima di sekolah sama, tiba2 pindah dan terdaftar di sekolah favorit idamannya.

Saat itu saya bilang, kamu mau pindah, dan ratusan mata temanmu mengetahui kecuranganmu dan memandangmu rendah? Kamu tidak bersyukur? Lihatlah ada yang beli bangku di sekolahmu sekarang, seharga 15 juta? Dia menggeleng lemah..

"One Hour School"

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Sebagai anak kampung yang tinggal di kaki gunung dan di tepi hutan di pedalaman Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sekolah SD-ku dulu tidak mengikuti "sistem full day school". Bahkan "half day school" atau "sekolah setengah hari" pun tidak. Sekolahku dulu mengikuti "sistem one hour school" alias "sekolah sejam".

Lo kok bisa? Bisa donk.

Pak Guru, Renungkan Suara Siswa Ini

Ilustrasi

Oleh : Afi Nihaya Faradisa

Saya adalah murid yang baru saja naik ke kelas 12 (kelas 3 SMA).
Tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat pada para "pendidik" sekaligus terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah dalam kasus wali murid mempolisikan guru yang ramai belakangan ini, ijinkan saya menyampaikan beberapa pandangan saya tentang 'rasa' dari pendidikan Indonesia.

Pages