SBY

Sambungan Drama Epic Prabowo dan SBY

Beberapa orang dalam kolom komentar dan via inbox tidak setuju bahkan ada beberapa yang orang yang mengecam keras. Mereka bilang saya sok tahu atau ngawur. Sengaja saya tidak meng-counter langsung keberatan mereka, pertimbangan saya : pertama, karena saya berempati dan menghormati suasana duka atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono ; kedua, karena saya hafal betul karakter dan sifat kedua jenderal kardus itu. 

Koalisi Prabowo Makin Ancur-Ancuran

ilustrasi

Jadi kesimpulan saya bahwa sampai kapanpun SBY dan Prabowo (baca : PD dan Gerindra) tidak akan pernah berhasil membentuk koalisi permanen, karena figur sentral dari kedua partai tersebut merupakan pribadi yang tidak mempunyai chemistry yang klop. Pun pula koalisi Partai Demokrat dan PDIP. Kedua partai tersebut menurut saya juga tidak akan pernah bisa membentuk koalisi yang langgeng karena pada dasarnya figur sentral dari kedua partai itu mempunyai rekam jejak yang tidak bisa akur.

Ini Suasana Duka, Mblo!

Iya adem. Mungkin karena Prabowo lagi ke Austria. Sandiaga mau lebaran di AS. Rizieq mah, udah lama nyangkut di Saudi. Itu juga yang bikin suasana menjelang lebaran ini terasa syahdu.

Eh, sore tadi Prabowo balik ke Indonesia. Niatnya mau takziah. Mau melayat dan menyampaikan rasa duka. Tapi, tabiat emang gak bisa dibuang begitu saja. Kalau dasarnya egois, meskipun sedang melayat, yang dipikirin hanyalah dirinya sendiri.

Tahun yang Tak Pernah Berakhir Bagi Prabowo

Akibatnya, karena merasa bahwasanya dirinya menang, logika berpikirnya tidak jauh dari tanggal tersebut. Takziyah yang seharusnya ritual sakral sebagai bentuk ekspresi duka tidak luput dari momentum yang tidak pernah berakhir tersebut. Orang boleh saja menganggapnya tidak pantas dan elok, tapi hidupnya memang masih masuk dalam kerangkeng momentum itu. 

Drama Epic Prabowo dan SBY

Ada catatan menarik bahwa dalam setiap kompetisi diantara keduanya, SBY selalu unggul dan Prabowo selalu kalah. Saat "drama penggebukan di Akmil" akibatnya Prabowo diskorsing 1 tahun dan SBY melaju dan lulus Akmil pada tahun 1973 sebagai lulusan terbaik dan diganjar penghargaan Adhi Makayasa. Di karier kemiliteran TNI, SBY relatif mempunyai penugasan lebih komplit dibanding Prabowo. 

Pages